Kim Yo Jong Tolak Bantuan Medis Korsel, Sebut Provokasi dan Penghinaan

JurnalLugas.Com – Korea Utara (Korut) menolak tawaran Korea Selatan (Korsel) untuk mengirim peralatan medis ke Pyongyang. Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menilai tawaran tersebut bukan bantuan kemanusiaan, melainkan bentuk provokasi dan penghinaan terhadap negaranya.

Penolakan itu disampaikan Kim Yo Jong bersama seorang pejabat Departemen Komite Sentral Partai Pekerja Korea Utara pada Kamis (8/10/2026).

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Korea Selatan dilaporkan berencana mengirim peralatan medis senilai 6,75 juta dolar AS atau sekitar Rp120,8 miliar ke sebuah rumah sakit di Korea Utara pada akhir November 2026.

Sebagian peralatan tersebut termasuk dalam daftar barang yang dikenai sanksi terhadap Korea Utara. Karena itu, Seoul mengajukan permohonan pengecualian kepada komite sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga  Kim Jong Un Korea Utara Siap Menang di Pertempuran Melawan AS

Permohonan tersebut telah mendapat persetujuan pada 22 Mei 2026 dengan masa berlaku sembilan bulan.

Namun, Kim Yo Jong menilai alasan Korea Selatan yang menyebut bantuan itu ditujukan untuk meningkatkan layanan kesehatan dasar dan membantu kelompok rentan justru merendahkan Korea Utara.

Menurutnya, Seoul sengaja menonjolkan persoalan kekurangan obat dan peralatan medis di Korea Utara untuk membangun citra bahwa Korea Selatan datang sebagai pihak yang lebih peduli.

Dikaitkan dengan Insiden DMZ

Kim Yo Jong juga mempertanyakan waktu munculnya informasi mengenai rencana bantuan medis tersebut. Ia mengaitkannya dengan insiden di zona demiliterisasi (DMZ) yang menyebabkan tiga tentara Korea Selatan terluka akibat ledakan ranjau.

Korea Selatan sebelumnya menyalahkan Korea Utara atas insiden tersebut.

Kim Yo Jong menilai langkah Seoul memberikan bantuan setelah insiden itu menunjukkan sikap yang menurutnya tidak konsisten. Ia menyebut Korea Selatan sebelumnya mengambil sikap konfrontatif, tetapi kemudian menawarkan bantuan dengan alasan kemanusiaan.

Baca Juga  Kim Jong Un Saksikan Peluncuran Rudal Kapal Perusak Choe Hyon

Ia juga menuding rencana tersebut merupakan bagian dari kalkulasi politik untuk membandingkan citra Korea Selatan yang disebutnya berniat baik dengan sikap Korea Utara.

Bagi Pyongyang, persoalan tersebut bukan sekadar soal bantuan medis. Kim Yo Jong menegaskan bahwa setiap upaya serupa, terlepas dari apakah Seoul mengklaim memiliki niat baik atau tidak, akan dipandang sebagai tantangan serius terhadap kedaulatan Korea Utara.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait