JurnalLugas.Com – Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin, 19 Oktober 2026.
Rupiah turun 8 poin atau 0,04 persen ke level Rp18.035 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.027 per dolar AS.
Pelemahan pada awal perdagangan ini menunjukkan rupiah masih menghadapi tekanan terhadap mata uang AS. Pergerakan kurs selanjutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat apakah rupiah mampu membatasi pelemahan atau kembali tertekan sepanjang sesi perdagangan.
Meski penurunannya relatif tipis pada pembukaan, perkembangan nilai tukar tetap perlu dicermati karena perubahan kurs dapat memengaruhi biaya impor, pembayaran kewajiban dalam dolar AS, serta aktivitas usaha yang bergantung pada transaksi internasional.
Pergerakan rupiah hingga penutupan perdagangan akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai arah mata uang domestik pada awal pekan ini.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






