Harga Emas Dunia Melemah, Investor Waspadai Suku Bunga The Fed

Gold Emas Logam Mulia
Foto : Ilustrasi Tumpukan Emas Gold

JurnalLugas.Com – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (20/10/2026) ketika investor mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan depan.

Harga emas di pasar spot turun 0,37 persen menjadi USD4.125,46 per troy ons. Pelemahan ini mencerminkan tekanan terhadap logam mulia ketika investor menilai prospek kebijakan moneter AS dan daya tarik instrumen investasi alternatif.

Bacaan Lainnya

Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn, menilai inflasi dan arah suku bunga The Fed masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan emas.

Menurut Haberkorn, obligasi pemerintah AS atau Treasury saat ini terlihat lebih menarik dibandingkan emas sebagai aset lindung nilai.

Baca Juga  Harga Emas Naik Berikut Rinciannya

Kondisi tersebut dapat memengaruhi minat investor terhadap logam mulia, terutama ketika prospek suku bunga masih belum pasti.

Level USD4.000 Jadi Perhatian

Di tengah tekanan pasar, level USD4.000 per troy ons menjadi batas penting yang dicermati pelaku pasar untuk menilai kemampuan harga emas mempertahankan posisinya.

Haberkorn menilai arah pergerakan berikutnya akan sangat dipengaruhi pernyataan The Fed. Petunjuk mengenai kebijakan suku bunga dapat mengubah ekspektasi investor dan menentukan arah permintaan terhadap emas.

The Fed sebelumnya menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Kenaikan tersebut menjadi yang pertama sepanjang tahun ini.

Kebijakan suku bunga memiliki pengaruh terhadap daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Ketika suku bunga meningkat atau diperkirakan tetap tinggi, instrumen seperti obligasi pemerintah dapat menjadi alternatif investasi yang lebih menarik bagi sebagian investor.

Baca Juga  Harga Emas Hari ini Stagnan Namun Diprediksi Melonjak

Sebaliknya, perubahan prospek kebijakan moneter menuju suku bunga yang lebih rendah berpotensi mendukung harga emas.

Karena itu, perhatian pasar kini tertuju pada keputusan dan komunikasi The Fed dalam pertemuan mendatang. Bagi investor, perkembangan inflasi AS dan sinyal kebijakan bank sentral akan menjadi faktor penting untuk menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait