JurnalLugas.Com — Arus dana investor asing di pasar saham Indonesia masih menunjukkan tekanan besar. Hingga 23 Oktober 2026, nilai jual bersih investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp94,87 triliun sepanjang tahun berjalan.
Namun, di tengah derasnya aksi jual tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil bangkit dalam perdagangan sepekan terakhir.
Data BEI menunjukkan investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp6,67 triliun selama periode perdagangan 19–23 Oktober 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp3,19 triliun.
Kenaikan tekanan jual ini memperlihatkan bahwa penguatan indeks belum sepenuhnya diikuti perubahan arah transaksi investor asing. Pasar saham domestik masih menghadapi tantangan untuk memulihkan kepercayaan di tengah dinamika pasar yang berlangsung sepanjang tahun.
IHSG Menguat, Tekanan Jual Asing Belum Mereda
IHSG menutup perdagangan Jumat (23/10/2026) pada level 5.439,258. Posisi tersebut meningkat sekitar 4,90 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 5.185,105.
Penguatan indeks juga diikuti kenaikan kapitalisasi pasar saham. Nilainya bertambah 4,66 persen menjadi Rp9.583 triliun, dari sebelumnya Rp9.157 triliun.
Aktivitas transaksi di bursa turut meningkat. Rata-rata nilai transaksi harian naik 25,42 persen menjadi Rp20,34 triliun, sedangkan frekuensi transaksi harian bertambah 13,80 persen menjadi 1,95 juta kali transaksi.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan kembali meningkat ketika IHSG mencatatkan pemulihan mingguan. Meski demikian, angka penguatan indeks perlu dibaca bersama data arus dana asing yang masih mencatatkan penjualan bersih.
Sepanjang pekan tersebut, nilai jual bersih investor asing meningkat sekitar 109,2 persen dibandingkan pekan sebelumnya jika dihitung dalam rupiah. Dengan demikian, penguatan IHSG belum menjadi bukti bahwa investor asing telah kembali melakukan akumulasi saham secara konsisten.
Investor Asing Masih Mendominasi Tekanan Jual
Secara kumulatif, penjualan bersih investor asing mencapai Rp94,87 triliun sejak awal tahun hingga 23 Oktober 2026. Sementara itu, IHSG tercatat terkoreksi 37,82 persen secara tahun berjalan berdasarkan data yang dilaporkan.
Besarnya nilai jual bersih tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam membaca kondisi bursa.
Ketika investor asing menjual saham dalam jumlah besar, tekanan terhadap harga dapat muncul, meskipun arah pergerakan indeks juga dipengaruhi transaksi investor domestik dan kinerja saham individual.
Dalam komposisi transaksi, investor domestik menyumbang sekitar 60 persen dari nilai perdagangan, sedangkan investor asing berkontribusi sekitar 40 persen.
Porsi transaksi domestik yang lebih besar menunjukkan bahwa aktivitas investor lokal memiliki peran penting dalam menopang perdagangan. Namun, data tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan investor asing melepas saham ataupun memastikan arah pasar selanjutnya.
Karena itu, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan arus dana asing, volume perdagangan, serta kemampuan IHSG mempertahankan penguatan setelah periode pemulihan.
Penguatan Sepekan Belum Menghapus Koreksi Tahunan
Kenaikan IHSG dalam sepekan menjadi perkembangan positif setelah tekanan yang terjadi pada periode sebelumnya. Namun, perbandingan jangka pendek dan kinerja sejak awal tahun memberikan gambaran berbeda.
Secara mingguan, indeks berhasil naik hampir 5 persen. Akan tetapi, secara tahun berjalan, koreksi IHSG masih tercatat cukup dalam.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan dalam beberapa hari perdagangan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tekanan pasar telah berakhir.
Arah pergerakan berikutnya akan tetap dipengaruhi perkembangan sentimen, aktivitas transaksi, serta perubahan strategi investor.
Bagi investor, kondisi ini menuntut kehati-hatian dalam mengambil keputusan. Penguatan indeks perlu dievaluasi bersama fundamental perusahaan, valuasi saham, likuiditas, dan risiko volatilitas, bukan hanya berdasarkan kenaikan dalam satu pekan.
Sementara itu, aksi jual bersih investor asing yang terus berlanjut menjadi perkembangan penting untuk dipantau.
Apabila tekanan jual mereda dan penguatan indeks dapat bertahan, pasar berpeluang memperoleh dukungan lebih kuat.
Sebaliknya, jika aksi jual kembali meningkat, volatilitas masih berpotensi membayangi perdagangan saham domestik.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Hans)






