JurnalLugas.Com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan berbagai bentuk demonstrasi yang diterimanya selama memimpin lembaga pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Sudaryono, hampir setiap hari ada kelompok berbeda yang menyampaikan protes terhadap kebijakan maupun pelaksanaan program MBG.
Namun, ia justru mengaku belum pernah melihat kelompok masyarakat menggelar demonstrasi untuk menyatakan dukungan terhadap program tersebut.
Ia menggambarkan demonstrasi yang diterima BGN datang dari berbagai kepentingan, mulai dari kelompok yang menolak MBG, mitra penyedia dapur, mahasiswa, hingga kontraktor pembangunan fasilitas program.
Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (30/10/2026), Sudaryono menceritakan bahwa persoalan yang dibawa para demonstran berubah hampir setiap hari.
“Setiap hari ada saja kelompok yang datang menyampaikan protes. Ada yang menolak MBG, mitra dapur yang belum beroperasi, mahasiswa yang mempersoalkan anggaran pendidikan, sampai kontraktor yang mempermasalahkan pembayaran proyek,” kata Sudaryono.
Ia kemudian menyoroti tidak adanya aksi demonstrasi yang secara khusus bertujuan menyampaikan dukungan terhadap program pemenuhan gizi tersebut.
Sudaryono mengaku heran karena berbagai kritik dan penolakan terus disuarakan, sementara kelompok yang ingin menyampaikan apresiasi terhadap MBG tidak terlihat melakukan aksi serupa.
Soroti Demonstrasi dengan Jumlah Peserta Sedikit
Selain beragam tuntutan, Sudaryono juga menyinggung jumlah peserta dalam sejumlah demonstrasi yang menurut pengamatannya terkadang hanya sedikit.
Ia menggambarkan situasi ketika beberapa orang menggunakan pengeras suara berukuran besar untuk menyampaikan tuntutan di hadapan BGN.
“Kadang pesertanya hanya lima orang. Satu orang berorasi, sementara yang lain bergantian beristirahat. Meski begitu, kami tetap menghadapi situasi tersebut dengan sabar,” ungkapnya.
Meski menyampaikan sindiran tersebut, Sudaryono menegaskan bahwa BGN tidak menutup diri terhadap kritik masyarakat.
BGN Klaim Terbuka terhadap Kritik MBG
Sudaryono menyatakan demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat dalam sistem demokrasi. Karena itu, masyarakat tetap memiliki ruang untuk mengkritik maupun menyampaikan tuntutan terhadap pelaksanaan MBG.
Ia mengatakan BGN tidak mempermasalahkan adanya kritik selama aspirasi disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelaksanaan program pemerintah.
“Di negara demokrasi, masyarakat berhak menyampaikan pendapat, tuntutan, dan harapannya. Kami tidak menutup diri terhadap kritik,” ujarnya.
Namun, Sudaryono juga menegaskan bahwa tidak semua tuntutan dapat langsung ditindaklanjuti. BGN tetap mempertimbangkan substansi aspirasi dan kepentingan yang melatarbelakangi suatu demonstrasi.
Ia mengaku keberatan apabila aksi penyampaian pendapat hanya dimanfaatkan oleh pihak tertentu atau dilakukan sekadar mengikuti kelompok lain tanpa persoalan yang jelas.
Menurutnya, BGN perlu memilah aspirasi yang benar-benar berkaitan dengan perbaikan program MBG agar penanganannya tetap sesuai kebutuhan dan permasalahan di lapangan.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Catur)






