JurnalLugas.Com – Konflik yang semakin memanas antara Iran dan Israel dapat memicu para investor untuk mencari perlindungan dalam aset safe haven seperti dolar AS dan emas, yang berpotensi merugikan nilai tukar rupiah.
Menurut ekonom Ibrahim Assuaibi, penyerangan tersebut dapat mendorong penguatan dolar AS, dengan kemungkinan indeks dolar AS mencapai 108, yang berpotensi melemahkan rupiah.
Selain itu, harga emas juga mengalami kenaikan signifikan, dengan proyeksi mencapai 2.500 dolar AS per ons, sementara harga minyak mentah dunia diperkirakan naik hingga 90 dolar AS per barel.
Meskipun demikian, Assuaibi berharap agar Iran tidak melakukan penyerangan lebih lanjut terhadap Israel untuk menjaga stabilitas ekonomi global.






