JurnalLugas.Com – Harga batu bara mengalami sedikit kenaikan pada akhir pekan kemarin, tetapi sepanjang minggu ini, harga komoditas tersebut mengalami penurunan.
Pada Jumat lalu, harga batu bara di pasar ICE Newcastle naik tipis menjadi US$ 144 per ton untuk kontrak pengiriman bulan ini, mengalami kenaikan sebesar 0,03% dibandingkan hari sebelumnya.
Namun, selama seminggu terakhir, harga batu bara mengalami penurunan sebesar 1,1%, yang merupakan penurunan signifikan setelah kenaikan lebih dari 8% pada pekan sebelumnya.
Meskipun demikian, secara keseluruhan, harga batu bara masih menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 9,09% dalam sebulan terakhir.
Meskipun harga batu bara mengalami reli baru-baru ini dengan mencapai puncaknya pada 2 Mei di US$ 147,75 per ton, yang merupakan level tertinggi sejak Desember tahun sebelumnya, namun harga kemudian mengalami koreksi.
Hal ini mungkin menandakan bahwa pasar sedang mengalami fase konsolidasi setelah kenaikan yang signifikan.
Dilihat dari perspektif teknikal harian, batu bara masih berada dalam zona bullish, seperti yang ditunjukkan oleh nilai Relative Strength Index (RSI) sebesar 65,31.
Namun, indikator Stochastic RSI sudah mencapai angka 100, menandakan kondisi sangat jenuh beli (overbought).
Dengan demikian, kemungkinan besar fase konsolidasi harga batu bara belum berakhir. Target support terdekat berada di US$ 137 per ton, dan jika tertembus, maka target berikutnya berada di US$ 134 per ton.
Sementara itu, target resisten terdekat adalah US$ 150 per ton, dan penembusan di level ini dapat membawa harga batu bara menuju US$ 154 per ton.






