Harga Batu Bara Masih Loyo Pasar ICE Newcastle Turun 1,35% Daily Time Frame Bullish

coal handling in a port

JurnalLugas.Com – Harga batu bara mengalami penurunan pada perdagangan kemarin. Setelah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, tampaknya batu hitam ini masih dalam fase konsolidasi.

Pada hari Senin, 13 Mei 2024, harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan ini tercatat sebesar US$ 142,05 per ton.

Bacaan Lainnya

Ini turun 1,35% dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu dan merupakan harga terendah sejak 29 April atau dalam dua minggu terakhir.

Selama minggu ini, harga batu bara menurun sebesar 2,77% secara point-to-point. Namun, dalam sebulan terakhir, harga masih menunjukkan kenaikan sebesar 4,07%.

Baca Juga  Emiten Batu Bara Grup Sinarmas PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) Bagikan Dividen USD85 juta kepada Pemegang Saham

Harga batu bara sempat mengalami kenaikan yang signifikan baru-baru ini, dengan puncaknya terjadi pada 2 Mei ketika harga mencapai US$ 147,75 per ton, tertinggi sejak Desember tahun lalu.

Setelah mencapai puncaknya, harga batu bara mulai terkoreksi, yang mungkin menunjukkan bahwa fase konsolidasi sudah dimulai, mengingat harga sebelumnya telah meningkat cukup tinggi.

Secara teknikal dalam perspektif harian (daily time frame), harga batu bara masih berada di area bullish. Hal ini dibuktikan dengan Relative Strength Index (RSI) yang berada di angka 86,52.

RSI di atas 50 mengindikasikan bahwa suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun, RSI di atas 70 juga menandakan bahwa aset tersebut sudah memasuki zona jenuh beli (overbought).

Sinyal overbought ini semakin jelas jika melihat indikator Stochastic RSI yang telah mencapai angka 100, menunjukkan bahwa aset ini sangat overbought.

Baca Juga  Tren Penurunan Harga Batu Bara Semakin Masif Peralihan ke Energi Bersih International Energy Agency (IEA) Catat Investasi Melonjak

Oleh karena itu, kemungkinan besar fase konsolidasi harga batu bara masih belum selesai.

Target support terdekat berada di US$ 138 per ton. Jika level ini tertembus, maka target berikutnya adalah US$ 133 per ton.

Sedangkan target resisten terdekat berada di US$ 146 per ton. Jika level ini berhasil ditembus, harga batu bara berpotensi naik menuju US$ 154 per ton.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait