Pasar Saham Asia Hang Seng Hong Kong Shanghai Composite Nikkei 225 dan KOSPI Melemah di Tengah Penantian Data Inflasi AS serta The Fed

Worried young Asian man with his hand on head, using laptop computer at home, looking concerned and stressed out

JurnalLugas.Com – Pada perdagangan Selasa (14/5/2024), mayoritas pasar saham Asia mengalami pelemahan seiring dengan penantian data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dinantikan oleh para pelaku pasar.

Data inflasi AS ini dianggap penting karena bisa mempengaruhi kebijakan suku bunga global dan prospek penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Bacaan Lainnya

Di Jepang, inflasi produsen tercatat stabil pada bulan April dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun indeks harga impor meningkat tajam akibat melemahnya nilai yen.

Di sisi lain, saham di Australia, Korea Selatan, dan China mengalami penurunan kecil, sementara saham di Jepang dan Hong Kong mencatat kenaikan tipis.

Pada pukul 10.07 WIB, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,11 persen ke level 19.135, mencatat level tertinggi sepanjang tahun ini.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite China turun 0,06 persen ke 3.146, dan indeks KOSPI Korea Selatan turun 0,01 persen ke 2.726.

Baca Juga  Bursa Asia Indeks Nikkei 225 Melonjak 1,65 % Straits Times Index Singapura menguat 0,77 % dan KOSPI Korsel tumbuh 0,85 %

Indeks Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,047 persen ke 38.197, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,31 persen ke 7.725.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,07 persen ke 7.104 pada pukul 10.11 WIB. Pada sesi sebelumnya, IHSG ditutup naik 0,15 persen di level 7.099.

Indeks Shanghai Composite China melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya karena sentimen kehati-hatian menjelang rilis data inflasi utama AS.

Tekanan pada saham China juga diperburuk oleh data akhir pekan yang menunjukkan indeks harga konsumen negara tersebut naik 0,3 persen secara tahunan (yoy).

Selain itu, China dilaporkan sedang merencanakan penjualan obligasi jangka panjang senilai USD140 miliar untuk merangsang perekonomian.

Di Korea Selatan, indeks KOSPI diperdagangkan datar karena investor menunggu laporan inflasi utama AS yang akan dirilis minggu ini.

Investor menunggu data CPI AS April yang akan dirilis besok untuk mendapatkan wawasan mengenai arah kebijakan moneter The Fed di masa depan.

Indeks harga ekspor Korea Selatan melonjak 6,2 persen yoy pada April, mencatat kenaikan terbesar sejak November 2022, sementara harga impor naik 2,9 persen yoy, menghentikan penurunan selama dua bulan berturut-turut.

Baca Juga  Pergerakan IHSG Penguatan Terbatas di Tengah Sikap Wait and See Pelaku Pasar Ini Analisis Pasar Saham Dunia

Indeks Nikkei 225 Jepang naik tipis setelah penurunan di sesi sebelumnya, merespons laporan inflasi produsen terbaru yang menunjukkan inflasi korporasi stabil pada April dibandingkan tahun sebelumnya, namun harga impor melonjak karena yen melemah.

Investor tetap waspada menjelang data inflasi AS yang dapat mempengaruhi prospek suku bunga global.

Kenaikan signifikan terjadi pada saham-saham besar seperti Toyota Motor (1,2 persen), Nintendo (3,7 persen), Daikin Industries (1,9 persen), Advantest (4 persen), dan Mitsubishi Heavy Industries (2,1 persen).

Saham SoftBank Group juga melonjak 2 persen setelah Vision Fund membukukan keuntungan USD4,6 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret, berkat penguatan investasi besar.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait