Tren Penurunan Harga Batu Bara Semakin Masif Peralihan ke Energi Bersih International Energy Agency (IEA) Catat Investasi Melonjak

coal reservoir of an old steam locomotive

JurnalLugas.Com – Harga batu bara mengalami penurunan signifikan pada akhir pekan lalu, menunjukkan tren negatif yang semakin mendalam. Pada perdagangan Jumat (7/6/2024), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan ini ditutup pada angka US$ 133 per ton, turun 2,13% dibandingkan hari sebelumnya. Angka ini merupakan yang terendah sejak 11 April atau hampir dua bulan terakhir.

Selama minggu lalu, harga batu bara merosot tajam sebesar 7,57% secara point-to-point. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, penurunannya mencapai 8,97%.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Proyek Petrokimia Puluhan Triliun Milik PT Lotte Chemical Indonesia Siap Beroperasi Maret 2025

Salah satu faktor utama yang mendorong penurunan ini adalah peralihan ke sumber energi baru-terbarukan yang semakin masif. International Energy Agency (IEA) memprediksi investasi di sektor energi bersih akan mencapai US$ 2 triliun (Rp 32.436 triliun) pada tahun ini.

“Kita sudah mencapai pencapaian baru. Investasi di energi bersih akan menembus rekor baru meskipun dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan,” kata Fatih Birol, Direktur Eksekutif IEA.

Sektor energi surya diperkirakan akan menjadi penerima investasi terbesar, dengan estimasi mencapai US$ 500 miliar (Rp 8.109 triliun) tahun ini. China diidentifikasi sebagai negara dengan investasi terbesar dalam pengembangan energi bersih, diperkirakan mencapai US$ 675 miliar (Rp 10.947,15 triliun).

Baca Juga  Lebih Untung Mana, Investasi Emas atau Saham, Properti, Obligasi, dan Kripto?

Peralihan global ke energi bersih ini tidak hanya menekan harga batu bara tetapi juga menandakan perubahan besar dalam lanskap energi dunia. Investasi yang masif di sektor energi terbarukan menunjukkan komitmen global untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengatasi perubahan iklim.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait