JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) melonjak dalam perdagangan kemarin, setelah mengalami tekanan harga yang cukup lama.
Pada Rabu, 15 Mei 2024, harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman Juli mencapai MYR 3.854 per ton, meningkat 1,02% dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan ini kemungkinan besar didorong oleh technical rebound. Selama sebulan terakhir, harga CPO telah turun 5,35% secara point-to-point.
“Setelah penurunan yang signifikan, pasar kini melihat harga CPO lebih kompetitif,” kata Anilkumar Bagani, Kepala Riset Komoditas di Sunvin Group, Mumbai, India.
Kenaikan juga terlihat pada harga minyak nabati lainnya. Minyak kedelai di Dalian, China naik 0,54% pada perdagangan kemarin, sementara di Chicago Board of Trade, Amerika Serikat, harga meningkat 0,58%.
Kenaikan harga minyak nabati lain membuat CPO menjadi lebih menarik, karena kedua komoditas ini dapat saling menggantikan.
Secara teknikal, dalam jangka waktu harian, CPO masih berada di area bearish. Hal ini terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang berada di 40,57, di mana RSI di bawah 50 menunjukkan aset berada dalam posisi bearish.
Indikator Stochastic RSI berada di 76,58, yang menunjukkan zona beli, namun tidak jauh dari area overbought.
Dengan demikian, peluang kenaikan harga CPO masih ada. Target resistensi terdekat adalah MYR 3.872 per ton, dan jika tembus, target berikutnya adalah MYR 3.944 per ton.
Sedangkan target dukungan terdekat adalah MYR 3.847 per ton. Jika tembus, harga CPO bisa turun menuju MYR 3.825 per ton.






