JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kembali mencatat penurunan dalam perdagangan terbaru, mencerminkan tren negatif yang telah berlangsung. Pada hari Rabu, 5 Juni 2024, harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman Agustus ditutup pada MYR 3.907 per ton, mengalami penurunan sebesar 0,36% dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Sehari sebelumnya, pada Selasa, 4 Juni 2024, harga CPO anjlok hampir 4%, menandai koreksi harian terparah sejak Mei tahun lalu. Dalam sepekan terakhir, harga CPO telah mengalami penurunan sebesar 3,12% secara point-to-point.
Penurunan harga minyak nabati pesaing, seperti minyak kedelai, turut membebani harga CPO. Pada perdagangan kemarin, harga minyak kedelai di bursa Dalian, China turun sebesar 0,13%, sementara di Chicago Board of Trade, Amerika Serikat, berkurang sebesar 0,25%.
Penurunan harga minyak kedelai ini berdampak pada permintaan CPO. Ketika harga minyak kedelai lebih murah, insentif untuk menggunakan CPO menjadi berkurang karena kedua komoditas ini dapat saling menggantikan satu sama lain dalam berbagai aplikasi industri.
Situasi ini menunjukkan dinamika pasar komoditas nabati yang saling mempengaruhi, di mana perubahan harga satu jenis minyak nabati dapat memberikan dampak signifikan pada yang lainnya.
Para pelaku pasar dan pemangku kepentingan di industri minyak sawit mentah harus terus memantau perkembangan ini untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi fluktuasi harga yang terjadi.






