JurnalLugas.Com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis, 6 Juni 2024, diperkirakan akan mengalami fluktuasi. Hal ini disebabkan oleh antisipasi para pelaku pasar terhadap data ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls dan tingkat pengangguran Amerika Serikat yang akan dirilis malam ini.
Selain itu, pertemuan Bank Sentral AS minggu depan juga menjadi sorotan karena diperkirakan akan memberikan indikasi baru mengenai kemungkinan penurunan suku bunga acuan di tahun ini.
Pada perdagangan kemarin, Rabu, 5 Juni 2024, IHSG mengalami penurunan signifikan sebesar 151,64 poin atau sekitar 2,14%, menutup sesi di level 6.947. Penurunan ini mencerminkan sentimen pasar yang masih hati-hati menantikan data penting dari AS.
Secara teknikal, IHSG berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut menuju level support di kisaran 6.930–6.910. Apabila IHSG berhasil bertahan di atas level support ini, maka ada peluang untuk rebound dan bergerak ke zona hijau. Target penguatan terdekat berada di level 6.980–7.000 sebagai resistance potensial.
Untuk resistance berikutnya, ada trendline menarik di level 7.040 yang menjadi target optimis. Namun, jika IHSG tidak mampu bertahan dan terus melemah, support selanjutnya berada di level 6.880 yang terlihat pada time frame harian.
Sentimen utama yang mempengaruhi perdagangan hari ini datang dari faktor global, khususnya Amerika Serikat. Para investor tengah menantikan rilis data ketenagakerjaan terbaru dan tingkat pengangguran dari AS.
Jika data tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar, keyakinan investor terhadap kemungkinan adanya dua kali pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) tahun ini akan semakin menguat.
Dengan demikian, perdagangan hari ini akan sangat dipengaruhi oleh hasil data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis nanti malam. Para pelaku pasar perlu mencermati perkembangan ini untuk menentukan langkah investasi selanjutnya.






