JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) mengalami penurunan pada perdagangan terbaru. Ada dua faktor utama yang memicu koreksi ini.
Pada Senin, 10 Juni 2024, harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman Agustus turun menjadi MYR 3.917 per ton, mengalami penurunan sebesar 1,5% dibandingkan dengan penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya.
Secara mingguan, harga CPO mencatat penurunan sebesar 3,97%. Namun, jika dilihat dalam rentang waktu sebulan, harga CPO masih menunjukkan kenaikan sebesar 1,29%.
Faktor pertama yang mempengaruhi penurunan harga CPO adalah penurunan harga minyak nabati lainnya. Sebagai contoh, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,46% kemarin akibat panen yang melimpah di Amerika Serikat.
Penurunan harga minyak kedelai ini berdampak negatif terhadap harga CPO, karena kedua komoditas ini sering digunakan sebagai substitusi satu sama lain. Ketika harga minyak kedelai turun, penggunaan CPO menjadi kurang menguntungkan.
Faktor kedua adalah ekspektasi penurunan permintaan CPO di pasar global. Hal ini terlihat dari proyeksi ekspor CPO Malaysia.
Menurut Intertek Testing Services dan AmSpec Agri, ekspor CPO Malaysia pada periode 1-10 Juni diperkirakan turun masing-masing sebesar 20,4% dan 21,6% dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.
Penurunan harga CPO ini mencerminkan dinamika kompleks dalam pasar komoditas global, di mana berbagai faktor, mulai dari persaingan antar minyak nabati hingga proyeksi permintaan, berperan penting dalam menentukan harga. Perkembangan ini penting untuk diperhatikan oleh para pelaku pasar dan pemangku kepentingan dalam industri minyak sawit.






