Rupiah Loyo Perry Warjiyo Ngotot Rupiah Stabil dan yang Terbaik di Dunia

JurnalLugas.Com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dengan tegas menyatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tetap stabil dan bahkan menjadi salah satu mata uang terbaik di dunia, meskipun pada Jumat (14/6/2024) nilai tukar rupiah sempat mendekati Rp16.400 per dolar AS.

“Rupiah kita sangat stabil, salah satu yang terbaik di dunia,” tegas Perry pada Jumat (14/6/2024). Perry menyampaikan bahwa meskipun nilai tukar rupiah mengalami tekanan, dibandingkan dengan beberapa mata uang negara lain, rupiah masih menunjukkan performa yang lebih baik. Ia menyoroti beberapa negara yang mata uangnya mengalami pelemahan lebih signifikan, seperti Korea Selatan, Filipina, Thailand, dan Jepang.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Rupiah Terkapar Dolar AS Menghancurkan Nilai Tukar Rupiah di Pasar Antarbank

Perry menjelaskan bahwa hingga hari ini, rupiah telah melemah sebesar 6,33% terhadap dolar AS sejak akhir tahun 2023, mencapai Rp16.373 per dolar AS. Meskipun ini merupakan penurunan yang cukup signifikan, namun masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa mata uang lain. Sebagai perbandingan, peso Filipina turun 5,85% year-to-date (ytd), ringgit Malaysia turun 2,57% ytd, dan rupee India hanya melemah 0,38% ytd. Rupiah sedikit lebih kuat dibandingkan won Korea Selatan yang melemah 6,97% ytd dan yen Jepang yang melemah 11,94% ytd.

Dalam upaya menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah strategis. Perry menyebutkan beberapa langkah penting seperti intervensi di pasar valuta asing dan menarik portofolio asing ke dalam negeri. Langkah-langkah ini, menurutnya, telah menunjukkan hasil yang positif dan mendapatkan apresiasi dari Presiden Joko Widodo.

Baca Juga  Rupiah Melemah terhadap Dolar AS Pasar Menunggu Data CPI November 2024

Pernyataan Perry ini menunjukkan optimisme dan keyakinan terhadap kemampuan Bank Indonesia dalam mengelola stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tantangan ekonomi global. Meskipun ada tekanan eksternal, berbagai langkah kebijakan yang diambil menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait