Perbedaan Ban Mobil Listrik dengan Ban Mobil Konvensional yang Harus Anda Ketahui

JurnalLugas.Com – Perkembangan mobil listrik di Indonesia semakin pesat dengan beragam produsen menawarkan berbagai model dan harga. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah penggunaan ban, yang ternyata berbeda antara mobil listrik dan mobil konvensional.

Menurut Eric Khatio, Project Plan Engineer PT Industri Karet Deli (IKD), terdapat beberapa perbedaan signifikan antara ban mobil listrik dan ban mobil konvensional. Eric menjelaskan bahwa ban mobil listrik harus dirancang lebih keras namun tetap memiliki daya cengkeram yang baik. “Komponnya harus bagus dan tahan abrasi karena torsi mobil listrik konstan. Jadi, keausan ban harus diperhitungkan,” ungkap Eric saat peluncuran ban Delium Velocita DTX di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Ambisi Kuasai Pasar Mobil Listrik Thailand BYD Akuisisi 20 Persen Saham Rever Automotive

Selain kompon yang lebih tahan abrasi, desain alur ban mobil listrik juga memerlukan perhatian khusus. Desain ini berpengaruh pada tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh ban, yang bisa mengganggu kenyamanan dalam kabin. “Kebisingan harus dipertimbangkan, dan teknologi tertentu harus didukung oleh ban yang tepat. Tidak semua ban bisa digunakan untuk kendaraan listrik,” tambahnya.

Salah satu faktor penting dalam pembuatan ban mobil listrik adalah memperhitungkan Rolling Resistance atau hambatan laju. Hambatan laju yang rendah sangat berpengaruh terhadap efisiensi baterai, sehingga mobil listrik tidak bisa menggunakan ban konvensional. “Hambatan laju yang tidak optimal akan menyebabkan ban cepat aus karena beban mobil listrik lebih besar, hampir dua kali lipat dari mobil biasa karena adanya baterai,” jelas Eric.

Baca Juga  PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Tangani Ribuan Mobil Listrik BYD dari China

Untuk mengatasi hambatan laju, penggunaan silica dalam kompon ban bisa menjadi solusi. “Penambahan silica dapat meningkatkan performa Rolling Resistance, sehingga ban lebih efisien,” lanjutnya.

Mobil listrik dirancang dengan tujuan memaksimalkan penggunaan baterai untuk mendapatkan jarak tempuh yang lebih jauh. Selain aspek aerodinamika bodi, ban juga memainkan peran penting dalam memastikan baterai digunakan secara efisien dan tahan lama. Dengan demikian, produsen ban dan kendaraan listrik terus berinovasi untuk menghadirkan solusi terbaik bagi pengguna.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait