JurnalLugas.Com – Pada paruh pertama tahun 2024, industri otomotif Tiongkok menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan dalam ekspor kendaraan, menurut laporan yang dirilis oleh Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok (CPCA). Dari Januari hingga Mei 2024, ekspor kendaraan dari China meningkat sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data yang dirilis pada bulan Mei menunjukkan bahwa sebanyak 568.000 unit kendaraan berhasil diekspor, mendorong total ekspor tahun ini menjadi 2,45 juta unit.
Pertumbuhan ini mencerminkan konsistensi peningkatan dari waktu ke waktu, dengan kenaikan bulan ke bulan sebesar 2 persen dari April hingga Mei 2024. Secara nilai, ekspor kendaraan China mencapai 46,4 miliar dolar AS dalam periode yang sama, menandai kenaikan sebesar 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Harga rata-rata ekspor mobil tetap stabil di sekitar 19 ribu dolar AS.
Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal CPCA, menyatakan bahwa peningkatan ini menunjukkan bahwa pasar internasional semakin mengakui kualitas dan daya saing kendaraan buatan China. Top 5 negara tujuan utama ekspor termasuk Rusia dengan 103.763 unit, Brazil dengan 53.164 unit, Meksiko dengan 42.192 unit, Belgia dengan 28.851 unit, dan UEA dengan 28.661 unit.
Selain itu, China juga berhasil meningkatkan ekspor kendaraan energi baru, dengan 207.000 unit diekspor pada Mei 2024 saja, naik 33 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Total ekspor kendaraan energi baru mencapai 870.000 unit, menunjukkan pertumbuhan sebesar 29 persen dari tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, perkembangan positif ini menegaskan posisi China sebagai pemain utama dalam industri otomotif global, dengan fokus yang semakin kuat pada inovasi dan penetrasi pasar internasional yang luas.






