Rupiah Melemah di Awal Perdagangan Spot Hari Ini Sentimen Pasar Suram Pascatestimoni Jerome Powell

JurnalLugas.Com – Pada awal perdagangan pasar spot hari ini, nilai tukar rupiah mengalami tekanan yang signifikan akibat sentimen pasar yang cenderung suram setelah testimoni Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang enggan memberikan garis waktu penurunan suku bunga tahun ini.

Pada pembukaan pasar spot, Rabu (10/7/2024), rupiah spot tertekan hingga mencapai Rp16.289 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan sejumlah mata uang Asia lainnya, namun rupiah mengalami pelemahan terdalam sejauh ini.

Bacaan Lainnya

Won Korea mengalami penurunan sebesar 0,16%, diikuti oleh dolar Taiwan sebesar 0,10%, serta baht dan dong juga turut melemah, termasuk peso Filipina. Pelemahan mata uang Asia pagi ini turut dipengaruhi oleh depresiasi yuan Tiongkok yang menjadi mata uang jangkar di kawasan tersebut.

Baca Juga  Trump Gagal Pecat Ketua The Fed? Jerome Powell Ini Penjelasan Mahkamah Agung AS

Secara teknikal, nilai rupiah sudah berada dalam rentang pelemahan dengan level support terdekat di Rp16.310 per dolar AS. Selama nilai tukar rupiah terjebak di atas Rp16.270 per dolar AS, potensi pelemahan lebih lanjut tetap terbuka.

Kebangkitan dolar AS pasca-testimoni Powell di hadapan Senat AS juga menekan pergerakan mata uang pasar berkembang (emerging market). Para pelaku pasar tampaknya akan lebih fokus pada rilis data inflasi AS pada Kamis mendatang, yang diharapkan dapat memperjelas arah ekspektasi penurunan suku bunga. Testimoni Powell di hadapan Parlemen AS malam ini kemungkinan masih akan mengulang poin-poin yang telah disampaikannya di rapat Senat.

Di pasar swap, ekspektasi penurunan Fed fund rate pada September mencapai 70%, sedikit turun dari hari sebelumnya yang sebesar 71%. Sementara probabilitas penurunan suku bunga acuan kedua kalinya pada Desember mencapai 47,6%.

Dalam testimoninya di hadapan Komite Perbankan Senat AS, Powell menyatakan bahwa risiko yang dihadapi oleh perekonomian Amerika bukan hanya inflasi. Ekonomi terbesar di dunia ini juga menghadapi risiko pelemahan pasar tenaga kerja, dengan tingkat pengangguran AS yang naik selama tiga bulan berturut-turut. Namun, Powell berhati-hati dan tidak memberikan garis waktu penurunan suku bunga acuan ketika menjawab pertanyaan para anggota Senat AS tadi malam.

Baca Juga  Rupiah Melemah 35 Poin, Dibuka Pagi Ini

Sementara itu, Menteri Keuangan Janet Yellen, dalam forum yang sama, menyatakan bahwa pasar tenaga kerja tidak lagi menjadi pendorong utama inflasi dalam perekonomian AS seperti yang terjadi pada era pemulihan pandemi. Pernyataan Yellen tersebut tidak berbeda dengan komentar Powell sebelumnya.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait