JurnalLugas.Com – Setelah insiden penembakan yang menimpa Donald Trump saat berkampanye di Butler, Pennsylvania, harga Bitcoin menunjukkan tren kenaikan. Spekulasi berkembang bahwa insiden ini meningkatkan peluang Trump untuk memenangkan pemilihan presiden AS yang akan datang.
Sebagai mantan presiden sebelum era Joe Biden, Donald Trump dikenal sebagai pendukung kuat mata uang kripto. Selama acara rapat umum politik Partai Republik pada hari Sabtu waktu AS, Trump menjadi sasaran tembak. Pelaku diduga tewas di tempat kejadian. Trump mengaku mengalami pendarahan di telinga bagian kanan setelah mendengar suara letusan.
Meskipun insiden tersebut, Trump menyatakan bahwa dirinya “baik-baik saja” dan berencana untuk menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik yang dimulai pada hari Senin di Milwaukee. Data dari PredictIt menunjukkan bahwa peluang Trump untuk kembali menjadi presiden meningkat pasca insiden ini.
Gambar-gambar Trump dengan kepalan tangan terangkat dan telinga berdarah, berlatar belakang bendera Amerika yang berkibar, dengan cepat tersebar di media sosial dan televisi. Kampanye Trump menegaskan bahwa ia akan menghadiri konvensi tersebut, sementara Presiden Joe Biden menyatakan kelegaan bahwa Trump selamat dan mengutuk kekerasan tersebut.
Pasar diperkirakan akan merespons dengan volatilitas yang lebih tinggi, seperti yang terjadi saat debat bulan lalu yang menguntungkan Trump. Hal ini terlihat dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi.
Harga Bitcoin naik sebesar 2,1% menjadi US$59.849,84 sebelum memangkas kenaikan dan diperdagangkan sekitar US$59.426 pada pukul 22:25 waktu New York. Bitcoin, sebagai token kripto paling banyak diperdagangkan, telah menunjukkan stabilitas dalam beberapa hari terakhir. Optimisme terhadap ETF dari perusahaan besar seperti BlackRock Inc dan Fidelity Investments diharapkan dapat memberikan permintaan dasar yang mampu meredam perubahan harga.






