JurnalLugas.Com – Harga Bitcoin mengalami tekanan signifikan pada Senin, 5 Agustus 2024, pagi, mencatatkan kerugian mingguan terbesar sejak runtuhnya platform pertukaran aset kripto FTX yang dinyatakan bangkrut pada November 2022.
Mengawali pekan dengan penurunan 13,1% secara mingguan, Bitcoin kembali terjun bebas dan kini berada di kisaran 21,7% lebih rendah dibandingkan nilai pada 29 Juli 2024.
Harga terendah Bitcoin tercatat di US$53.863,09 (sekitar Rp872,58 juta) dan hingga pukul 10.05 WIB, mengalami sedikit kenaikan ke kisaran US$54.617 (sekitar Rp884 juta), berdasarkan data dari CoinGecko yang dikutip pada Senin, 5 Agustus 2024.
Namun, dalam pergerakan sepanjang tahun 2024 (year-to-date/ytd), Bitcoin masih mencatatkan kenaikan moderat sebesar 34%. Angka ini lebih baik dibandingkan indeks saham global yang naik sebesar 9% dan kenaikan harga emas yang berada di angka 19%.
Tidak hanya di pasar kripto, kekhawatiran juga melanda pasar saham terkait pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Situasi ini semakin memperkuat keraguan di kalangan investor.






