Ini 41 Wilayah Miliki Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2024

JurnalLugas.Com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menutup masa pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah pada Pilkada Serentak 2024. Namun, tercatat masih ada 41 wilayah yang hanya memiliki satu pasangan calon atau calon tunggal. Di wilayah-wilayah ini, calon yang diajukan oleh partai politik akan menghadapi “kotak kosong” sebagai alternatif bagi pemilih yang tidak mendukung calon tersebut.

Meskipun Mahkamah Konstitusi (MK) telah menurunkan ambang batas pencalonan pada Pilkada 2024 dari 25% suara sah menjadi 6,5-10% suara sah di pemilihan legislatif (Pileg) tingkat provinsi, kabupaten, atau kota, fenomena calon tunggal ini masih terjadi. Bahkan, partai politik yang tidak memiliki kursi di DPRD pun dapat mengusung pasangan calon, namun hal ini tidak mengurangi jumlah daerah dengan calon tunggal.

Bacaan Lainnya

Pertarungan Melawan Kotak Kosong di 41 Wilayah

Berdasarkan data KPU, terdapat satu Pilkada provinsi, 35 Pilkada kabupaten, dan lima Pilkada kota yang menghadirkan pertarungan antara calon tunggal dengan kotak kosong. Pada daerah-daerah ini, KPU tidak akan mengadakan pengundian nomor urut untuk kampanye. Proses pilkada akan langsung masuk ke tahap kampanye hingga pemungutan suara pada 27 November 2024.

Daftar Calon Tunggal di Pilkada Kabupaten/Kota

Berikut adalah daftar 41 wilayah dengan calon tunggal pada Pilkada Serentak 2024:

1. Provinsi Aceh

  • Aceh Utara: Ismail A Jalil – Tarmizi
  • Aceh Tamiang: Armia Fahmi – Ismail
Baca Juga  TerPHP Anies Baswedan Rencanakan Bentuk Ormas atau Partai Baru Pasca Pilkada 2024

2. Provinsi Sumatera Utara

  • Tapanuli Tengah: Khairul Kiyedi Pasaribu – Darwin Sitompul
  • Asahan: Taufik Zainal Abidin – Rianto
  • Pakpak Bharat: Franc Bernhard Tumanggor – Mutsyuhito Solin
  • Serdang Bedagai: Darma Wijaya – Adlin Umar Yusri Tambunan
  • Labuhanbatu Utara: Hendriyanto Sitorus – Syamsul Tanjung
  • Nias Utara: Amizaro Waruwu – Yusman Zega

3. Provinsi Sumatera Barat

  • Dharmasraya: Annisa Suci Ramadhani – Leli Arno

4. Provinsi Jambi

  • Batanghari: Mohd. Fadhil Arief – Bahktiar

5. Provinsi Sumatera Selatan

  • Ogan Ilir: Panca Wijaya Akbar – Ardhani
  • Empat Lawang: Joncik Muhammad – Arifai

6. Provinsi Bengkulu

  • Bengkulu Utara: Arie Septia Adinata – Sumarno

7. Provinsi Lampung

  • Lampung Barat: Arie Septia Adinata – Sumarno
  • Lampung Timur: Arie Septia Adinata – Sumarno
  • Tulang Bawang Barat: Arie Septia Adinata – Sumarno

8. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

  • Bangka: Mulkan – Ramadian
  • Bangka Selatan: Riza Herdavid – Deby Vita
  • Kota Pangkal Pinang: Maulan Aklil – Masagus M Hakim

9. Provinsi Kepulauan Riau

  • Bintan: Roby Kurniawan – Deby Maryanti

10. Provinsi Jawa Barat

  • Ciamis: Herdiat – Yana

11. Provinsi Jawa Tengah

  • Banyumas: Ma’ruf Cahyono – Yulianti Supriyatingsih
  • Sukoharjo: Etik Suryani – Eko Sapto Purnomo
  • Brebes: Ady Setiawan – Wahidin

12. Provinsi Jawa Timur

  • Trenggalek: Mukhammad Nur Arifin – Syah Mohammad Natamegara
  • Ngawi: Ony Anwar Harsono – Dwi Riyanto Jatmiko
  • Gresik: Fani Akhmad Yani – Asluchul Alif
  • Kota Pasuruan: Adi Wibowo – Mokhamad Nawawi
  • Kota Surabaya: Eri Cahyadi – Armuji

13. Provinsi Kalimantan Barat

  • Bengkayang: Sebastianus Darwis – Syamsul Rizal

14. Provinsi Kalimantan Selatan

  • Tanah Bumbu: Andi Rudi Latif – Bahsanuddin
  • Balangan: Abdul Hadi – Akhmad Fauzi
Baca Juga  Ragil Jokowi Kaesang Pangarep akan Berduet dengan Keponakan Prabowo Subianto Budisatrio Djiwandono di Pilgub DKI Jakarta

15. Provinsi Kalimantan Timur

  • Kota Samarinda: Andi Harun – Saefuddin Zuhri

16. Provinsi Kalimantan Utara

  • Malinau: Wempi W Mawa – Jakaria
  • Kota Tarakan: Khairul – Ibnu Saud

17. Provinsi Sulawesi Selatan

  • Maros: Chaidir Syam – Suhartina Bohari

18. Provinsi Sulawesi Tenggara

  • Muna Barat: La Ode Darwin – Ali Basa

19. Provinsi Sulawesi Barat

  • Pasangkayu: Yaumil – Herny

20. Provinsi Papua Barat

  • Manokwari: Hermus Indou – Mugiyono
  • Kaimana: Freddy Thie – Somat Puarada

Keberadaan calon tunggal di berbagai daerah ini akan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas demokrasi lokal. Bagi pemilih yang tidak mendukung calon tunggal, mereka dapat menyalurkan suara melalui kotak kosong, yang menjadi simbol pilihan alternatif bagi masyarakat.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan ambang batas pencalonan, calon tunggal masih mendominasi di beberapa wilayah pada Pilkada Serentak 2024. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pencalonan kepala daerah masih menghadapi kendala, terutama dalam menciptakan persaingan yang lebih terbuka dan demokratis.

Dengan pelaksanaan Pilkada yang dijadwalkan pada 27 November 2024, pertarungan antara calon tunggal dan kotak kosong akan menjadi sorotan dalam pesta demokrasi lokal di Indonesia.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait