JurnalLugas.Com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk menambah kuota subsidi motor listrik (molis) setelah kuota yang disediakan untuk tahun 2024 habis sebelum akhir tahun. Penyerapan kuota yang cepat ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik roda dua.
Plt Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sedang dalam proses asistensi untuk penggantian pembayaran bantuan pembelian motor listrik ke rekening perusahaan. Salah satu proses yang dipercepat adalah pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
“Kami saat ini juga tengah mempelajari kemungkinan penambahan kuota subsidi. Jika disetujui, pengumuman resmi terkait penambahan ini akan disampaikan melalui laman Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua (Sisapira),” ungkap Putu pada Minggu, 8 September 2024.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, telah lebih dahulu memastikan bahwa program subsidi motor listrik akan dilanjutkan, mengingat penyerapan kuota tahun 2024 telah berjalan dengan baik. “Program subsidi ini sudah berjalan dengan baik, jadi tentu saja akan dilanjutkan,” jelas Luhut di Jakarta Pusat.
Meski demikian, Luhut belum memberikan detail mengenai jumlah tambahan kuota yang akan diberikan.
Berdasarkan data dari laman Sisapira, kuota subsidi motor listrik tahun 2024 telah sepenuhnya terserap dengan total penyaluran subsidi sebanyak 30.607 unit kendaraan hingga September 2024. Sebagian besar unit tersebut masih menunggu penerbitan STNK dan Tanda Nomor Kendaraan (TNKB). Selain itu, ada 8.948 pendaftar yang datanya masih dalam proses verifikasi.
Sejak 2023, pemerintah telah menyalurkan sebanyak 72.389 unit motor listrik kepada masyarakat, termasuk 60.857 unit yang diterima tahun ini. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Dengan kemungkinan penambahan kuota subsidi, diharapkan semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati manfaat dari program ini dan turut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon di Indonesia.






