BGN Motor Listrik Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max Untuk Operasional SPPG MBG, Ini Spesifikasinya

JurnalLugas.Com — Langkah penguatan layanan pemenuhan gizi nasional terus dilakukan pemerintah. Salah satu upaya terbaru datang dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyiapkan kendaraan operasional berbasis listrik bagi petugas di lapangan, khususnya Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kendaraan yang disiapkan bukan motor biasa. Berdasarkan informasi yang beredar dan telah dikonfirmasi secara umum, BGN mengarah pada penggunaan motor listrik merek Emmo, yakni tipe Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa unit-unit tersebut belum dibagikan kepada petugas. Saat ini, seluruh kendaraan masih dalam tahap pengurusan administrasi sebagai barang milik negara (BMN).

“Motor ini memang dipersiapkan untuk menunjang mobilitas kepala SPPG, namun belum didistribusikan karena proses administrasi masih berjalan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Dirancang untuk Medan Lapangan Beragam

Pemilihan dua tipe motor listrik tersebut bukan tanpa alasan. BGN menyesuaikan kebutuhan operasional petugas yang harus menjangkau berbagai wilayah dengan kondisi geografis berbeda.

Baca Juga  PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) Perkuat Segmen Motor Listrik di Tengah Kompetisi Pasar Domestik

Motor trail Emmo JVX GT disiapkan untuk wilayah dengan akses jalan menantang seperti perbukitan atau daerah terpencil. Kendaraan ini memiliki kemampuan melaju hingga 80 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 70 kilometer dalam sekali pengisian daya. Dimensinya yang besar serta penggunaan ban 19 inci di depan dan 18 inci di belakang membuatnya tangguh di medan tidak rata.

Di sisi lain, motor skuter listrik Emmo JVH Max difokuskan untuk penggunaan di kawasan perkotaan. Desainnya ergonomis dan familiar bagi pengguna motor matik, dengan kecepatan maksimum mencapai 90 km/jam serta jarak tempuh yang serupa, yakni 70 kilometer per pengisian daya.

Kedua model ini sama-sama mengusung teknologi baterai lepas-pasang dan fitur pengisian cepat, yang memungkinkan efisiensi waktu operasional di lapangan.

Bantahan Isu 70 Ribu Unit

Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, muncul klaim bahwa jumlah motor yang disiapkan mencapai 70 ribu unit. Namun, BGN memastikan informasi tersebut tidak akurat.

Menurut Dadan Hindayana, jumlah riil kendaraan yang disiapkan berada di kisaran 21 ribuan unit, dari total rencana pengadaan 25 ribu unit pada tahun 2025.

“Angka 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi saat ini sekitar 21.801 unit dan masih dalam proses administrasi,” tegasnya.

Baca Juga  Viral Susu ‘Gratis’ MBG Dijual Rp4.000, Nanik BGN Itu Bukan Produk Kami

Efisiensi dan Dukungan Program Gizi

Penggunaan motor listrik dipilih bukan hanya karena tren, tetapi juga pertimbangan efisiensi. Kendaraan berbasis baterai dikenal lebih hemat biaya perawatan karena minim komponen mekanis dibandingkan motor berbahan bakar konvensional.

Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan kelancaran program pemenuhan gizi nasional, termasuk distribusi dan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.

BGN juga menyoroti beredarnya video yang memperlihatkan motor listrik berlogo lembaga tersebut dalam kondisi terbungkus plastik. Hingga kini, keaslian konten tersebut belum dapat dipastikan.

Pihak BGN mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta lebih bijak dalam menyebarkan konten di media sosial.

Kehati-hatian publik dinilai penting agar tidak terjadi misinformasi yang dapat mengganggu kepercayaan terhadap program pemerintah.

Untuk update berita nasional dan informasi terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com

(BW)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait