Fluktuasi Harga Pangan Beras Turun Bawang dan Cabai Naik

JurnalLugas.Com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan adanya fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan di Indonesia per tanggal 25 September 2024. Dalam pantauan terbaru, terlihat bahwa harga beras mengalami penurunan, sedangkan harga bawang dan cabai menunjukkan tren peningkatan. Di sisi lain, harga telur ayam ras juga mencatat kenaikan yang signifikan.

Pergerakan Harga Beras

Menurut data Panel Harga Bapanas hingga pukul 07.40 WIB, harga beras premium turun sebesar 0,06 persen atau Rp10, menjadi Rp15.510 per kilogram. Selain itu, beras medium juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,44 persen atau Rp60, menjadikannya Rp13.530 per kilogram. Sementara itu, harga beras dari Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog tetap stabil di Rp12.570 per kilogram. Penurunan ini memberikan kabar baik bagi konsumen yang bergantung pada beras sebagai bahan pangan utama.

Bacaan Lainnya

Kenaikan Harga Bawang dan Cabai

Berlawanan dengan harga beras, harga bawang merah naik 1,96 persen (Rp540) menjadi Rp28.040 per kilogram. Begitu juga dengan harga bawang putih, yang naik 2,54 persen (Rp1.010) menjadi Rp40.720 per kilogram. Demikian pula dengan harga cabai merah keriting dan cabai rawit merah yang masing-masing naik tipis 0,06 persen dan 0,07 persen, menjadi Rp33.200 dan Rp45.510 per kilogram. Kenaikan harga ini sering kali disebabkan oleh permintaan yang meningkat atau gangguan dalam distribusi.

Baca Juga  Harga Cabai Daging Ayam Beras Naik Drastis Hari Ini

Pergerakan Harga Telur dan Daging

Telur ayam ras mencatat kenaikan harga signifikan sebesar 4,26 persen atau Rp1.210, sehingga harganya menjadi Rp29.610 per kilogram. Sementara daging ayam ras juga mengalami kenaikan sebesar 4,36 persen (Rp1.510) menjadi Rp36.180 per kilogram. Berbeda dengan daging sapi murni yang justru turun 0,88 persen (Rp1.180) menjadi Rp133.460 per kilogram. Perubahan ini menunjukkan dinamika pasar yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pasokan dan permintaan.

Komoditas Lainnya

Harga kedelai biji kering impor juga mengalami kenaikan sebesar 0,74 persen (Rp80), menjadi Rp10.900 per kilogram. Sementara itu, gula konsumsi naik 1,46 persen (Rp260) menjadi Rp18.090 per kilogram. Harga minyak goreng kemasan sederhana naik 3,31 persen (Rp600) menjadi Rp18.740 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah turun tipis 0,18 persen (Rp30) menjadi Rp16.300 per kilogram.

Untuk tepung terigu, harga curah naik 2,17 persen (Rp220) menjadi Rp10.380 per kilogram, sementara tepung terigu non-curah naik 0,46 persen (Rp60) menjadi Rp13.170 per kilogram. Pada sektor peternakan, harga jagung di tingkat peternak naik hingga 22,11 persen (Rp1.320) menjadi Rp7.290 per kilogram.

Baca Juga  Indonesia Stop Impor Beras, Harga Dunia Anjlok 44 Persen, Petani Penentu Pasar Global

Kenaikan Harga Ikan

Harga ikan juga terlihat mengalami kenaikan, dengan ikan kembung yang naik 2,02 persen (Rp760) menjadi Rp38.390 per kilogram, ikan tongkol naik 1 persen (Rp320) menjadi Rp32.430 per kilogram, dan ikan bandeng naik hingga 9,26 persen (Rp3.090) menjadi Rp36.470 per kilogram. Kenaikan harga ikan ini menjadi perhatian bagi konsumen yang mengandalkan ikan sebagai sumber protein dalam diet mereka.

Fluktuasi harga pangan adalah fenomena yang umum terjadi, dan pemantauan berkala dari Bapanas sangat penting untuk memahami dinamika pasar. Konsumen diharapkan tetap waspada dan menyesuaikan belanja mereka sesuai dengan perubahan harga komoditas yang ada. Dengan memahami pergerakan harga pangan, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam perencanaan konsumsi yang lebih baik.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait