JurnalLugas.Com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan perkembangan harga sejumlah komoditas pangan yang masih mengalami fluktuasi pada awal Oktober 2024. Berdasarkan data terkini per Selasa 01 Oktober 2024, beberapa komoditas menunjukkan perubahan signifikan baik penurunan maupun kenaikan harga, yang berpotensi memengaruhi konsumsi masyarakat.
Penurunan Harga Daging Sapi dan Kestabilan Tepung Terigu Curah
Harga daging sapi murni mengalami penurunan sebesar 2,14 persen atau Rp2.880, sehingga kini menjadi Rp131.790 per kilogram (kg). Di sisi lain, tepung terigu curah terpantau stabil dengan harga Rp10.190 per kg, memberikan sedikit kelegaan bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang mengandalkan bahan pokok ini dalam kegiatan produksi dan konsumsi sehari-hari.
Kenaikan Harga Beras Medium dan SPHP Bulog
Pada sektor beras, terjadi variasi harga yang menarik. Beras premium mengalami penurunan sebesar 0,77 persen atau Rp120, turun menjadi Rp15.420 per kg. Namun, beras medium justru naik 0,59 persen atau Rp80 menjadi Rp13.670 per kg. Beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog juga menunjukkan kenaikan 0,32 persen atau Rp40, kini menjadi Rp12.600 per kg.
Kenaikan Signifikan pada Cabai dan Bawang
Harga cabai, baik cabai merah keriting maupun cabai rawit merah, mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Cabai merah keriting naik 2,86 persen atau Rp900 menjadi Rp32.370 per kg, sementara cabai rawit merah mengalami kenaikan sebesar 3,19 persen atau Rp1.410, menjadi Rp45.670 per kg.
Selain cabai, bawang merah dan bawang putih bonggol juga mengalami kenaikan harga. Bawang merah naik 2,08 persen atau Rp580 menjadi Rp28.510 per kg, dan bawang putih bonggol naik 2,75 persen atau Rp1.900, menjadi Rp40.680 per kg.
Pergerakan Harga Komoditas Lainnya
Di antara komoditas lainnya, daging ayam ras mencatatkan kenaikan sebesar 6,40 persen atau Rp2.210 menjadi Rp36.740 per kg, sedangkan telur ayam ras naik 4,39 persen atau Rp1.250 menjadi Rp29.740 per kg. Untuk minyak goreng, harga minyak goreng kemasan sederhana naik 1,82 persen atau Rp330 menjadi Rp18.500 per kg, namun minyak goreng curah turun 4,03 persen atau Rp660 menjadi Rp15.710 per kg.
Harga kedelai biji kering impor juga mengalami kenaikan sebesar 2,87 persen atau Rp310 menjadi Rp11.100 per kg. Sementara itu, gula konsumsi naik 1,29 persen atau Rp230 menjadi Rp18.110 per kg. Kenaikan serupa juga dialami tepung terigu non-curah, yang meningkat 1,29 persen atau Rp170 menjadi Rp13.310 per kg.
Kenaikan pada Komoditas Pakan Ternak dan Produk Laut
Harga jagung, yang menjadi bahan utama pakan ternak, naik 10,61 persen atau Rp640 menjadi Rp6.670 per kg. Sedangkan garam halus beryodium mencatatkan kenaikan 5,13 persen atau Rp590 menjadi Rp12.100 per kg.
Produk perikanan juga mengalami kenaikan harga, seperti ikan kembung yang naik 5,50 persen atau Rp2.040 menjadi Rp39.160 per kg, serta ikan tongkol yang naik tipis sebesar 0,06 persen atau Rp20 menjadi Rp31.700 per kg. Ikan bandeng juga mengalami kenaikan 2,57 persen atau Rp860 menjadi Rp34.260 per kg.
Perkembangan harga pangan yang fluktuatif ini menjadi perhatian penting, terutama bagi konsumen dan pelaku usaha di sektor pangan. Fluktuasi harga komoditas pangan perlu terus dipantau secara berkala agar dampak terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas pasokan bisa terkelola dengan baik. Bapanas terus berupaya untuk menstabilkan harga serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan ketatnya pengawasan dan intervensi dari pemerintah, diharapkan volatilitas harga dapat dikendalikan, sehingga kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.





