JurnalLugas.Com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) merilis perkembangan harga sejumlah bahan pokok di tingkat konsumen dan pedagang eceran nasional pada Jumat (22/8/2025) pukul 09.20 WIB. Data menunjukkan adanya fluktuasi harga, di mana beberapa komoditas strategis mengalami penurunan, sementara sebagian lainnya justru naik.
Cabai rawit merah, yang kerap menjadi penyumbang inflasi, tercatat turun menjadi Rp43.148 per kilogram, dari sebelumnya Rp46.835 per kg. Penurunan juga terjadi pada bawang merah yang kini dibanderol Rp44.481 per kg, turun cukup signifikan dari harga sebelumnya Rp50.032 per kg.
“Penurunan harga cabai dan bawang merah ini menjadi kabar baik bagi konsumen. Namun kita perlu waspada, karena komoditas pangan sangat dipengaruhi cuaca dan distribusi,” ujar seorang analis pangan yang enggan disebutkan namanya.
Harga Beras Masih Berfluktuasi
Sementara itu, harga beras premium justru naik tipis ke level Rp16.334 per kg dari sebelumnya Rp16.089 per kg. Untuk beras medium tercatat Rp14.033 per kg, turun dari Rp14.320 per kg. Adapun beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada di angka Rp12.547 per kg, sedikit lebih rendah dari posisi sebelumnya Rp12.591 per kg.
“Beras menjadi indikator utama daya beli masyarakat. Kenaikan harga beras premium patut diperhatikan karena berpotensi menekan konsumsi rumah tangga,” kata seorang ekonom pertanian.
Tren Penurunan pada Jagung, Kedelai, dan Bawang Putih
Harga jagung di tingkat peternak turun ke Rp6.188 per kg dari sebelumnya Rp6.524 per kg. Kedelai biji kering impor juga mengalami koreksi ke Rp10.618 per kg dari Rp10.895 per kg.
Adapun bawang putih bonggol turun menjadi Rp35.937 per kg, dari posisi sebelumnya Rp38.109 per kg.
Cabai Merah Keriting dan Besar Ikut Terkoreksi
Selain cabai rawit, cabai merah keriting dan cabai merah besar pun turun cukup tajam. Cabai merah keriting kini dijual Rp36.854 per kg dari sebelumnya Rp40.783 per kg, sedangkan cabai merah besar berada di Rp36.639 per kg, turun dari Rp41.493 per kg.
Daging dan Telur Ayam Masih Relatif Stabil
Untuk protein hewani, daging sapi murni justru sedikit naik menjadi Rp133.136 per kg dari Rp135.276 per kg. Sementara daging ayam ras berada di Rp35.203 per kg, naik tipis dari Rp35.122 per kg.
Telur ayam ras sedikit turun ke Rp29.238 per kg dibandingkan Rp29.361 per kg sebelumnya.
Gula, Minyak, dan Tepung Terigu Terkoreksi
Harga gula konsumsi berada di Rp17.965 per kg, turun dari Rp18.192 per kg. Minyak goreng juga mencatatkan tren menurun: minyak kemasan Rp20.387 per liter (turun dari Rp20.771), minyak curah Rp17.199 per liter (turun dari Rp17.564), dan Minyakita Rp17.284 per liter (turun dari Rp17.522).
Untuk tepung terigu, harga curah tercatat Rp9.531 per kg (turun dari Rp9.750), sedangkan tepung kemasan Rp12.454 per kg (turun dari Rp12.928).
Ikan dan Garam Relatif Naik
Komoditas perikanan cenderung stabil dengan sedikit kenaikan. Ikan kembung kini Rp41.911 per kg dari Rp41.729, ikan tongkol Rp34.720 per kg dari Rp34.579, dan ikan bandeng Rp35.096 per kg dari Rp34.561.
Sementara garam konsumsi turun tipis menjadi Rp11.452 per kg dari sebelumnya Rp11.651.
Daging Kerbau Turun
Harga daging kerbau, baik impor maupun lokal, mengalami penurunan. Daging kerbau beku impor kini Rp102.944 per kg dari sebelumnya Rp105.676, sedangkan daging kerbau segar lokal berada di Rp138.696 per kg dari Rp141.722 per kg.
Fluktuasi harga pangan masih menjadi tantangan utama bagi konsumen maupun pemerintah. Meski beberapa komoditas turun, kenaikan beras premium dan beberapa kebutuhan pokok lain tetap menimbulkan kekhawatiran.
“Stabilitas harga pangan harus terus dijaga. Ketersediaan stok dan kelancaran distribusi menjadi kunci agar masyarakat tidak terbebani,” pungkas seorang pejabat Bapanas dalam keterangannya.
Informasi harga pangan terbaru dapat terus dipantau melalui situs resmi pemerintah maupun pemberitaan terkini di JurnalLugas.Com.






