Jokowi Stok Beras Dipastikan Aman Hingga Akhir 2024

JurnalLugas.Com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pasokan beras di Indonesia akan tetap aman hingga akhir tahun 2024. Hal ini disampaikan setelah Presiden melakukan kunjungan ke gudang Perum Bulog di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 2 Oktober 2024.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa tidak ada masalah terkait ketersediaan beras, bahkan dalam menghadapi musim hujan yang biasanya terjadi menjelang akhir tahun. “Pasokan tidak ada masalah,” ungkap Presiden, menggarisbawahi keyakinannya terhadap kesiapan stok beras di berbagai gudang Bulog di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Saat berkunjung ke gudang Bulog di Sumba Barat, Presiden menemukan bahwa stok beras yang tersedia di sana mencapai sekitar 1.000 ton. “Tidak ada masalah pasokannya. Tadi, stok di sini saja hampir 1.000 ton, besar sekali,” ujar Presiden.

Baca Juga  Jokowi Siap Turun Gunung untuk PSI, Targetkan Struktur Desa dan Kursi DPR 2029

Selain memastikan ketersediaan stok, Presiden Jokowi juga berharap program penyaluran bantuan beras sebesar 10 kilogram untuk keluarga penerima manfaat (KPM) dapat membantu menstabilkan harga beras di pasar hingga akhir tahun. Bantuan beras ini, menurut Presiden, akan disalurkan sesuai jadwal, yakni pada bulan Agustus, Oktober, dan Desember 2024. “Bantuan pangan berupa beras ini kita harapkan bisa menahan kenaikan harga beras karena adanya intervensi dari pemerintah,” jelasnya.

Perum Bulog sebelumnya juga telah mengonfirmasi kesiapan mereka dalam mendukung program bantuan pangan dan stabilisasi harga beras. Meskipun kemarau panjang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir September 2024, Bulog memastikan bahwa stok beras untuk program bantuan serta kebutuhan stabilisasi harga beras (SPHP) sudah dikemas dan siap didistribusikan.

Saat ini, Bulog memiliki cadangan beras sebanyak 1,5 juta ton, yang dinilai mencukupi untuk mendukung berbagai program pemerintah. Ini termasuk penyaluran beras untuk program bantuan pangan, stabilisasi harga pangan, hingga penjualan beras komersial.

Baca Juga  Klaim Sulaiman Stok Beras RI Tembus 3,7 Juta Ton Tertinggi Sejak 1969 Kalahkan Thailand & Vietnam

Program bantuan beras 10 kilogram per bulan sendiri telah dilaksanakan sejak Januari hingga Juni 2024, dan kini diperpanjang untuk bulan Agustus, Oktober, serta Desember 2024, dengan target penerima mencapai 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Dengan ketersediaan stok yang melimpah dan upaya distribusi yang optimal, diharapkan kestabilan pasokan dan harga beras di Indonesia tetap terjaga hingga akhir tahun 2024.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait