JurnalLugas.Com – Fan Yifei, mantan Deputi Gubernur Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBoC), dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Huanggang, Provinsi Hubei. Keputusan ini diumumkan pada Kamis lalu, setelah Fan dinyatakan bersalah atas penerimaan suap dalam jumlah yang sangat besar. Fan terbukti menerima suap senilai lebih dari 386 juta yuan, atau setara dengan Rp850 miliar, melalui jalur pribadi maupun melalui perantara lainnya.
Walaupun dijatuhi hukuman mati, pengadilan memberikan penangguhan selama dua tahun. Setelah masa penangguhan tersebut, Fan akan menjalani hukuman penjara tanpa peluang untuk pembebasan bersyarat atau keringanan lebih lanjut. Keputusan ini mempertegas bahwa tindak kejahatan yang dilakukan Fan memiliki dampak sosial yang sangat buruk dan merugikan kepentingan negara serta rakyat China.
Kasus Suap dan Penyalahgunaan Jabatan
Fan Yifei, yang berusia 60 tahun, memanfaatkan posisinya di bank sentral untuk keuntungan pribadi selama periode 1993 hingga 2022. Ia menggunakan jabatannya untuk memuluskan pinjaman, pembiayaan proyek, kontrak-kontrak, serta promosi karier, baik bagi dirinya sendiri maupun orang-orang di lingkarannya.
Hakim yang memimpin sidang menegaskan bahwa jumlah suap yang diterima Fan sangat besar dan mengakibatkan kerugian yang serius bagi negara. “Fan Yifei menerima suap dalam jumlah yang luar biasa besar, kejahatan yang dia lakukan sangat serius, menciptakan dampak sosial yang sangat buruk, dan merugikan kepentingan negara dan rakyat,” ujar hakim dalam putusannya.
Bagian dari Kampanye Anti-Korupsi Xi Jinping
Fan Yifei adalah pejabat dengan pangkat tertinggi di PBoC yang ditangkap di bawah pemerintahan Presiden Xi Jinping. Di bawah kepemimpinan Xi, China terus memperkuat kampanye anti-korupsi, terutama di sektor keuangan, yang dianggap sebagai salah satu sektor paling rentan terhadap penyalahgunaan kekuasaan.
Pada akhir tahun 2022, Fan mulai diselidiki oleh otoritas setempat. Setelah investigasi mendalam, Fan dipecat dari Partai Komunis China pada tahun 2023. Selain Fan, sejumlah pejabat tinggi lainnya di BUMN juga diperiksa, termasuk mantan direktur utama Bank of China, Liu Liange, dan mantan direktur utama China Life Insurance, Wang Bin.
Dampak dan Pesan bagi Sektor Keuangan
Hukuman mati yang dijatuhkan kepada Fan Yifei merupakan pesan tegas dari pemerintah China bahwa korupsi di sektor keuangan tidak akan ditoleransi. Sektor jasa keuangan memiliki peran penting dalam stabilitas ekonomi nasional, dan penyalahgunaan kekuasaan di sektor ini berpotensi merusak kepercayaan publik dan memicu instabilitas.
Dengan kasus Fan ini, pemerintah China berharap dapat memperkuat aturan hukum dan memperketat pengawasan di sektor keuangan, sehingga mencegah terjadinya kasus-kasus serupa di masa mendatang.
Kasus Fan Yifei menjadi salah satu bukti nyata dari kampanye anti-korupsi yang terus digalakkan oleh pemerintahan Xi Jinping. Hukuman mati dengan penangguhan dua tahun ini mengirimkan sinyal bahwa korupsi, terutama di sektor keuangan, tidak akan mendapatkan toleransi, dan pelakunya akan menghadapi konsekuensi hukum yang sangat berat.






