JurnalLugas.Com – Pada malam hari, Senin (14/10/2024), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan pertemuan penting dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara No. 4, Jakarta Selatan. Pertemuan ini diadakan setelah Amran menerima panggilan telepon untuk menghadap Prabowo pada pukul 18.00 WIB, setelah menyelesaikan kunjungan kerja di Wanam, Merauke, Papua Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, Amran dan Prabowo membahas berbagai isu terkait sektor pertanian di Indonesia. Amran menyatakan, “Diskusi sekitar pertanian, bidang kami. Insya Allah doakan (lanjut bikin lumbung pangan), diskusi soal pertanian.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen keduanya untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, yang menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional.
Amran mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia dapat mencapai swasembada pangan melalui optimalisasi lahan pertanian dan cetak sawah baru, terutama di Kalimantan Tengah dan Merauke.
Ia mengatakan, “Kita swasembada kemudian optimalisasi lahan, cetak sawah khususnya Kalimantan Tengah dan Merauke.” Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri secara berkelanjutan.
Namun, di balik optimisme tersebut, Amran juga menyadari adanya tantangan yang harus dihadapi oleh sektor pertanian. Fenomena iklim seperti El Nino dan La Nina, serta serangan hama dan kekeringan, menjadi beberapa faktor yang dapat memengaruhi produksi pertanian di Indonesia. Oleh karena itu, strategi yang matang dan adaptif sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut.
Perlu dicatat bahwa Prabowo Subianto, yang terpilih sebagai Presiden untuk periode 2024-2029, juga memanggil sejumlah calon menteri untuk membahas susunan kabinet.
Proses pemanggilan ini berlangsung di kediamannya sejak siang hari dan mencakup para menteri petahana dari Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, serta profesional dan ahli di bidang masing-masing.






