Update Harga Pangan Terkini Fluktuasi Sejumlah Komoditas

JurnalLugas.Com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah merilis data terbaru tentang harga komoditas pangan pada Kamis, 31 Oktober 2024. Secara umum, harga beberapa komoditas pangan mengalami fluktuasi, dengan perubahan signifikan pada daging sapi, bawang merah, dan beberapa bahan pangan pokok lainnya. Berikut adalah ulasan lengkap perubahan harga komoditas pangan terkini di pasar nasional.

Beras: Harga Stabil dengan Sedikit Kenaikan

Data Bapanas menunjukkan bahwa beras premium mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen atau sekitar Rp30, sehingga harganya mencapai Rp15.500 per kilogram (kg). Sementara itu, harga beras medium tetap stabil di angka Rp13.530 per kg. Di sisi lain, beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) dari Bulog mengalami penurunan harga sebesar 0,08 persen atau Rp10, menjadi Rp12.550 per kg.

Bacaan Lainnya

Kenaikan Harga Bawang Merah dan Bawang Putih

Harga bawang merah mengalami kenaikan yang cukup tinggi, yaitu sebesar 2,18 persen atau Rp670, sehingga mencapai Rp31.360 per kg. Bawang putih bonggol juga mengalami kenaikan harga sebesar 1,15 persen atau Rp460, yang membuatnya dijual dengan harga Rp40.460 per kg di pasaran.

Harga Cabai Mengalami Penurunan

Di sektor sayuran, harga cabai merah keriting turun sebesar 3,88 persen atau Rp1.150, menjadi Rp28.470 per kg. Penurunan harga juga terjadi pada cabai rawit merah sebesar 0,72 persen atau Rp300, dengan harga sekarang berada di angka Rp41.320 per kg.

Baca Juga  Harga Pangan Naik Turun Awal Januari 2026, Cabai Meroket

Daging Sapi Turun, Daging Ayam dan Telur Naik

Harga daging sapi murni menurun sebesar 0,30 persen atau Rp400, menjadi Rp134.340 per kg. Sebaliknya, harga daging ayam ras mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,05 persen atau Rp20, menjadi Rp36.640 per kg. Telur ayam ras juga mengalami peningkatan harga sebesar 1,36 persen atau Rp390, menjadi Rp28.970 per kg.

Kedelai Impor dan Gula Konsumsi: Sedikit Fluktuasi

Harga kedelai biji kering impor tercatat menurun sebesar 0,75 persen atau Rp80, menjadi Rp10.590 per kg. Di sisi lain, gula konsumsi mengalami kenaikan harga sebesar 0,17 persen atau Rp30, sehingga mencapai Rp17.990 per kg.

Minyak Goreng dan Tepung Terigu

Minyak goreng kemasan sederhana mengalami kenaikan harga sebesar 0,60 persen atau Rp110, menjadi Rp18.350 per kg. Namun, minyak goreng curah justru menurun sebesar 1,31 persen atau Rp220, sehingga kini berada di harga Rp16.390 per kg. Tepung terigu curah mengalami penurunan harga sebesar 3,05 persen atau Rp310, menjadi Rp9.840 per kg, sementara tepung terigu non-curah mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,15 persen atau Rp20, menjadi Rp13.090 per kg.

Kenaikan Harga Jagung dan Penurunan Harga Garam

Harga jagung untuk tingkat peternak mengalami kenaikan sebesar 1,01 persen atau Rp60, menjadi Rp6.010 per kg. Sementara itu, harga garam halus beryodium tercatat menurun sebesar 2,25 persen atau Rp260, sehingga harganya kini mencapai Rp11.300 per kg.

Baca Juga  Harga Pangan Naik Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H: Beras Mulai Turun, Cabai dan Daging Sapi Masih Diatas Awan

Ikan Laut: Fluktuasi Harga Beragam

Harga ikan kembung naik cukup tinggi sebesar 4,35 persen atau Rp1.610, menjadi Rp38.630 per kg. Ikan tongkol mengalami penurunan harga sebesar 0,29 persen atau Rp90, menjadi Rp31.230 per kg, dan ikan bandeng juga mengalami penurunan harga sebesar 1,87 persen atau Rp620, menjadi Rp32.610 per kg.

Harga komoditas pangan di Indonesia terus menunjukkan fluktuasi yang bervariasi di setiap daerah. Kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti bawang merah dan daging ayam, serta penurunan pada produk lain seperti cabai dan daging sapi, menandakan adanya pengaruh permintaan dan pasokan. Dengan adanya pemantauan harga oleh Bapanas, diharapkan konsumen dapat lebih mudah memahami pergerakan harga di pasar dan merencanakan kebutuhan mereka dengan bijak.

Strategi Menghadapi Perubahan Harga

Para konsumen diharapkan dapat terus mengikuti perkembangan harga pangan, memanfaatkan informasi ini untuk mengambil keputusan belanja yang lebih efisien. Bapanas, bersama dengan pemerintah dan Bulog, diharapkan tetap konsisten dalam menjaga kestabilan pasokan pangan di pasar agar harga tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait