Harga Cabai Beras dan Lainnya Mengalami Kenaikan Awal November

JurnalLugas.Com – Pada Senin pagi, 4 November 2024, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di Indonesia. Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas, terlihat bahwa harga komoditas pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional mengalami kenaikan, terutama pada beberapa jenis cabai, beras, dan sayuran lainnya. Berikut adalah detail kenaikan harga dari beberapa komoditas penting tersebut.

Kenaikan Harga Cabai Merah dan Cabai Rawit

Kenaikan terbesar pada komoditas cabai rawit merah, yang mengalami kenaikan sebesar Rp3.920 atau 9,80 persen, sehingga harganya kini mencapai Rp43.940 per kilogram (kg). Cabai merah keriting juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar Rp2.110 atau 7,40 persen, menjadi Rp30.610 per kg. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan cabai di pasaran, yang mendorong lonjakan harga.

Bacaan Lainnya

Kenaikan Harga Beras di Pasar

Harga beras premium meningkat sebesar 2,66 persen atau Rp410, menjadi Rp15.840 per kg. Beras medium juga naik 1,78 persen atau Rp240 menjadi Rp13.750 per kg, sementara beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikelola oleh Bulog naik 3,20 persen atau Rp370 menjadi Rp11.930 per kg. Kenaikan harga beras ini dapat dipicu oleh faktor musim dan logistik, yang turut memengaruhi pasokan beras di pasar.

Baca Juga  Harga Pangan Nasional Tren Fluktuatif pada Berbagai Komoditas

Perubahan Harga Bawang dan Daging Ayam

Bawang merah mengalami kenaikan harga 6,95 persen atau Rp2.230 menjadi Rp34.330 per kg, sementara bawang putih bonggol naik 6,59 persen atau Rp2.640 menjadi Rp42.740 per kg. Selain itu, daging ayam ras mengalami kenaikan 5,79 persen atau Rp2.100 menjadi Rp38.390 per kg, sedangkan telur ayam ras naik sebesar 6,08 persen atau Rp1.730 menjadi Rp30.190 per kg.

Kenaikan dan Penurunan Harga pada Komoditas Lain

Kedelai biji kering impor dan gula konsumsi juga mencatat kenaikan harga. Kedelai naik sebesar Rp30 atau 1,28 persen menjadi Rp10.680 per kg, sementara gula konsumsi naik 2,90 persen atau Rp520 menjadi Rp18.450 per kg. Selain itu, minyak goreng kemasan sederhana naik 3,85 persen atau Rp700 menjadi Rp18.880 per kg, sedangkan harga minyak goreng curah turun 3,35 persen atau Rp560 menjadi Rp16.170 per kg.

Di sisi lain, beberapa komoditas seperti daging sapi murni mengalami penurunan harga sebesar 5,24 persen atau Rp7.080 menjadi Rp127.960 per kg. Penurunan juga terjadi pada harga ikan bandeng sebesar 4,84 persen atau Rp1.590 menjadi Rp31.260 per kg.

Baca Juga  Harga Pangan Fluktuatif Bawang Putih Naik Minyak Goreng Curah Turun

Dampak dari Kenaikan Harga Pangan

Lonjakan harga pada komoditas pangan ini berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Terutama, kenaikan pada bahan pangan pokok seperti beras dan minyak goreng yang menjadi kebutuhan harian dapat menambah tekanan ekonomi pada rumah tangga. Kenaikan harga ini pun dapat berimbas pada sektor bisnis kecil dan menengah yang bergantung pada bahan baku pangan.

Dengan kondisi harga pangan yang fluktuatif ini, penting bagi konsumen untuk lebih bijak dalam mengatur belanja harian mereka. Sementara itu, pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan harga pangan agar inflasi tetap terkendali dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang wajar.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait