JurnalLugas.Com – Pada Sabtu, 9 November 2024 pagi, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan adanya fluktuasi harga pada berbagai komoditas pangan di pasar Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Panel Harga Bapanas yang diperbarui pukul 08.00 WIB, beberapa komoditas menunjukkan peningkatan, sementara yang lainnya justru mengalami penurunan harga.
Kenaikan Harga Beras dan Bawang Merah
Harga beras premium di tingkat pedagang eceran mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen atau Rp50, menjadi Rp15.500 per kilogram (kg). Kenaikan serupa juga terjadi pada beras medium yang naik 0,22 persen atau Rp30 menjadi Rp13.530 per kg. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog pun tidak ketinggalan, naik 0,40 persen atau Rp50 menjadi Rp12.600 per kg.
Selain beras, harga bawang merah juga mencatat kenaikan yang signifikan sebesar 3,32 persen atau Rp1.150, menjadi Rp35.790 per kg. Harga bawang putih bonggol ikut naik sebesar 1,29 persen atau Rp520, menjadi Rp40.790 per kg.
Cabai Merah Keriting dan Daging Sapi Mengalami Penurunan Harga
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Harga cabai merah keriting turun 2,16 persen atau Rp610, menjadi Rp27.610 per kg. Sementara cabai rawit merah justru naik 2,45 persen atau Rp970 menjadi Rp40.560 per kg. Harga daging sapi murni turun sebesar 0,79 persen atau Rp1.060, kini berada di angka Rp133.520 per kg, sementara harga daging ayam ras naik 0,91 persen atau Rp330 menjadi Rp36.410 per kg. Harga telur ayam ras juga naik sebesar 2,14 persen atau Rp610, mencapai Rp29.070 per kg.
Kenaikan Harga Kedelai, Gula, dan Minyak Goreng
Komoditas kedelai biji kering impor tercatat naik 0,85 persen atau Rp90 menjadi Rp10.670 per kg, sedangkan harga gula konsumsi turun 0,39 persen atau Rp70 menjadi Rp17.900 per kg. Harga minyak goreng kemasan sederhana naik 0,82 persen atau Rp150, menjadi Rp18.430 per kg. Namun, harga minyak goreng curah mengalami penurunan sebesar 1,19 persen atau Rp200, menjadi Rp16.600 per kg.
Penurunan Harga Tepung Terigu, Jagung, dan Garam
Harga tepung terigu curah mengalami penurunan 2,47 persen atau Rp250, menjadi Rp9.870 per kg, sementara tepung terigu non-curah turun 0,61 persen atau Rp80 menjadi Rp13.030 per kg. Harga jagung di tingkat peternak turun 1,67 persen atau Rp100 menjadi Rp5.900 per kg, sedangkan harga garam halus beryodium juga turun sebesar 2,34 persen atau Rp270, menjadi Rp11.280 per kg.
Penurunan Harga Ikan: Ikan Kembung, Tongkol, dan Bandeng
Untuk komoditas ikan, beberapa harga menunjukkan tren penurunan. Harga ikan kembung turun 1,06 persen atau Rp390 menjadi Rp36.370 per kg. Ikan tongkol mengalami penurunan sebesar 3,51 persen atau Rp1.090, menjadi Rp29.920 per kg. Harga ikan bandeng juga turun cukup signifikan, yakni sebesar 6,18 persen atau Rp2.050, menjadi Rp31.100 per kg.
Pergerakan harga komoditas pangan yang fluktuatif ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketersediaan pasokan dan permintaan konsumen. Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan harga secara rutin agar dapat mengelola anggaran belanja pangan secara efisien.






