JurnalLugas.Com – Ucapan Calon Bupati Batu Bara Nomor Urut 03 Ir. Zahir, yang menyebut kawasan Medang Deras sebagai “lokasi jin buang anak” dalam Debat Publik Perdana Calon Bupati Batu Bara, memicu reaksi keras dari sejumlah warga setempat. Sebagai bentuk protes, masyarakat memasang spanduk di Jembatan Pagurawan pada Kamis 09 November 2024.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti siapa pihak yang memasang dan membuat spanduk tersebut. Namun, spanduk itu mencantumkan nama masyarakat Pagurawan, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, yang tampak menyuarakan ketidakpuasan terhadap pernyataan Ir. Zahir.
Video yang menampilkan aksi protes ini kini telah menyebar luas di media sosial dan aplikasi pesan seperti WhatsApp. Aksi tersebut diduga kuat sebagai respons dari sekelompok masyarakat yang merasa tersinggung atas ucapan Zahir, yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Batu Bara.
Situasi ini menjadi sorotan karena berlangsung di tengah ketegangan politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Batu Bara 2024, yang rencananya akan dilaksanakan pada 27 November mendatang.
Konflik ini berpotensi memengaruhi pilihan masyarakat Medang Deras terhadap pasangan calon nomor urut 03, Ir. Zahir dan pasangannya, Aslam Rayudha.
Ucapan kontroversial dalam debat publik ini dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai bentuk pelecehan terhadap identitas daerah mereka.
Mengingat Pilkada semakin dekat, reaksi negatif dari warga Medang Deras ini mungkin akan berdampak pada elektabilitas Ir. Zahir dalam kompetisi politik di Kabupaten Batu Bara.
Dahwir S. Munthe






