JurnalLugas.Com – Polres Ponorogo sedang menyelidiki kasus dugaan pembunuhan tragis yang melibatkan seorang anak dengan gangguan jiwa (ODGJ), Ridho Prasetyo (26), terhadap ayah kandungnya, Bonamin (67). Peristiwa ini terjadi di rumah mereka yang berlokasi di Kelurahan Paju, Kecamatan Ponorogo, Jawa Timur.
Kapolsek Ponorogo, Iptu Sahid Mustofa, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bertindak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan, dan pelaku kini berada di RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami sudah membawa terduga pelaku ke RSUD untuk pemeriksaan. Olah TKP juga telah selesai, dan hasilnya akan kami sampaikan setelah analisis lebih mendalam,” kata Sahid pada Minggu, 1 Desember 2024.
Penemuan Korban
Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya, Sarengat, yang merasa curiga karena Bonamin tidak datang ke masjid untuk adzan subuh, seperti biasanya. Bonamin, yang dikenal sebagai seorang marbot masjid yang rutin menjalankan tugasnya, tidak terlihat sejak pagi.
Kecurigaan semakin kuat setelah warga mengingat kejadian aneh pada malam sebelumnya. Lurah Paju, Daryono, menjelaskan bahwa pada Sabtu malam, beberapa warga mendengar suara benturan keras dari rumah korban. Tak lama kemudian, listrik di rumah itu padam. Namun, karena mengira suara tersebut berasal dari benda yang jatuh, warga tidak menaruh curiga.
“Suara benturan terdengar saat magrib, lalu listrik di rumah itu mati. Kami baru mengetahui kejadian ini keesokan harinya,” ungkap Daryono.
Kondisi Pelaku dan Hubungan Keluarga
Ridho diketahui sebagai penderita gangguan jiwa yang rutin mengonsumsi obat dari puskesmas. Selama ini, ia tinggal berdua dengan ayahnya, dan hubungan antara keduanya jarang terlihat bermasalah.
“Dia rutin minum obat, dan selama ini hubungan mereka baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda pertengkaran,” tambah Daryono.
Langkah Selanjutnya
Polres Ponorogo terus mendalami kasus ini untuk memastikan motif dan kronologi peristiwa secara rinci. Dengan melibatkan tim medis dan forensik, pihak berwenang berharap dapat segera memberikan kepastian hukum terkait kasus ini.
Kejadian ini menjadi pengingat penting akan perhatian yang harus diberikan kepada individu dengan gangguan jiwa, termasuk dukungan medis dan sosial yang memadai, guna mencegah tragedi serupa di masa depan.






