Resmi! Novel Baswedan Jabat Wakil Kepala Satgassus Penerimaan Negara Bentukan Kapolri

JurnalLugas.Com — Eks penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, kembali mendapat mandat strategis dari negara. Kali ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Novel sebagai Wakil Kepala Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.

Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Sosok Novel dikenal luas berkat rekam jejaknya dalam membongkar berbagai kasus korupsi kelas kakap semasa aktif di KPK. Kini, ia kembali tampil ke publik untuk menjalankan fungsi pencegahan dan pengawasan dalam upaya peningkatan penerimaan negara.

Bacaan Lainnya

Fokus Kawal Sektor Potensial, Perkuat Sinergi Lintas Kementerian

Satgassus yang dipimpin Herry Muryanto dan didampingi Novel Baswedan ini akan berperan aktif mendampingi berbagai kementerian, mulai dari Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga  Ipda Endri Minta Maaf Usai Viral Kasus Kekerasan Jurnalis Kapolri Janji Tindak Tegas

Anggota Satgassus, Yudi Purnomo Harahap, menyatakan kehadiran Novel dan eks pegawai KPK lainnya menjadi nilai lebih dalam upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien.

“Tim ini berisi individu yang punya pengalaman panjang dalam pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi. Mereka sebelumnya tergabung dalam Satgassus Pencegahan Korupsi,” jelas Yudi, Sabtu (14/6/2025).

Langsung ke Lapangan, Awasi Potensi Kebocoran Negara

Dalam enam bulan terakhir, Satgassus telah aktif memantau situasi lapangan secara langsung, termasuk di pelabuhan-pelabuhan utama seperti kawasan Jawa Timur dan Pelabuhan Benoa Bali. Fokus utamanya adalah mengidentifikasi titik-titik rawan kebocoran penerimaan negara, khususnya dalam sektor perikanan.

Ketua Tim Satgassus Sektor Perikanan, Hotman Tambunan, menyebutkan bahwa tim turut mendampingi Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pemangku kepentingan daerah untuk memetakan hambatan dan mempercepat solusi peningkatan PNBP.

“Satgassus hadir bukan untuk menghukum, tetapi mendampingi dan memastikan potensi negara tidak hilang,” ujar Hotman.

Baca Juga  Mafia Beras Terkuak! Mentan Laporkan 212 Produsen ke Kapolri dan Jaksa Agung

Komitmen Novel Baswedan: Transparansi dan Akuntabilitas

Keterlibatan Novel Baswedan menjadi simbol kuat bahwa optimalisasi penerimaan negara tidak hanya soal angka, tetapi juga soal transparansi, integritas, dan keberanian menghadapi mafia birokrasi. Dengan latar belakang penyidikan dan keberpihakan pada nilai keadilan, publik berharap Satgassus di bawah kepemimpinannya mampu memberikan dampak nyata.

Langkah strategis Kapolri ini mempertegas sinergi antara penegakan hukum dan kebijakan fiskal negara. Dalam konteks pembangunan nasional, peran Satgassus menjadi krusial demi memastikan setiap potensi penerimaan negara benar-benar masuk kas negara.

Selengkapnya kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait