JurnalLugas.Com – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen pada Selasa, 14 Januari 2025. Agenda utama rapat ini adalah meminta persetujuan para pemegang saham atas rencana penjualan bisnis es krim senilai Rp7 triliun kepada PT Magnum Ice Cream Indonesia.
Detil Agenda RUPSLB
Rapat dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, dengan kapasitas maksimal 600 peserta. Penjualan bisnis es krim menjadi salah satu agenda penting dalam RUPSLB ini.
Corporate Secretary UNVR, Padwestiana Kristanti, menjelaskan bahwa transaksi ini tergolong sebagai transaksi material karena nilainya mencapai 204% dari posisi ekuitas perseroan yang sebesar Rp3,45 triliun. “Transaksi ini merupakan suatu transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020 yang memerlukan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB,” katanya dalam keterbukaan informasi pada Selasa, 24 Desember 2024.
Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan
Selain RUPSLB, UNVR juga akan menggelar RUPS Independen karena penjualan ini melibatkan transaksi afiliasi dan potensi benturan kepentingan. Perusahaan induk akhir dari kedua pihak, yakni UNVR dan PT Magnum Ice Cream Indonesia, awalnya sama-sama berada di bawah Unilever PLC.
Pada saat penandatanganan perjanjian pengalihan aset pada 22 November 2024, keduanya masih memiliki hubungan afiliasi. Namun, setelah penyelesaian transaksi, hubungan afiliasi tersebut akan diakhiri. Oleh sebab itu, persetujuan dari pemegang saham independen menjadi krusial untuk melanjutkan transaksi ini.
Pemegang saham independen yang dimaksud adalah pihak yang tidak memiliki benturan kepentingan dalam transaksi ini. Mereka juga bukan pihak yang terafiliasi dengan direktur, komisaris, atau pemegang saham utama UNVR yang memiliki benturan kepentingan.
“Perseroan akan mengusulkan pemegang saham independen untuk menyetujui rencana perseroan melakukan transaksi dengan pembeli,” tambah Padwestiana.
Agenda Lain: Perubahan Direksi dan Remunerasi
Selain membahas penjualan bisnis es krim, RUPSLB juga akan meminta persetujuan terkait perubahan susunan direksi serta rencana perubahan remunerasi direksi untuk tahun buku 2025. Hal ini dilakukan guna memastikan tata kelola perusahaan berjalan dengan optimal di tahun mendatang.
Rencana penjualan bisnis es krim ini menjadi salah satu langkah strategis UNVR untuk restrukturisasi portofolio bisnisnya. Dengan melibatkan pemegang saham independen dalam proses pengambilan keputusan, UNVR memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan transparansi dalam pelaksanaan aksi korporasi ini.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan ini, Anda dapat mengunjungi JurnalLugas.Com.






