JurnalLugas.Com – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menjamin ketersediaan stok beras, gula, dan kebutuhan pokok lainnya aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga bulan Ramadhan 1446 Hijriah. Hal ini disampaikan langsung oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, pada Kamis, 9 Januari 2025.
“Untuk stok sudah siap hingga Ramadhan tahun ini,” ujar Budi Cahyanto.
Ketersediaan Stok Beras
Saat ini, Perum Bulog Sumut memiliki stok beras sebanyak 57.000 ton yang tersimpan di gudang penyimpanan. Jumlah ini dianggap memadai untuk kebutuhan masyarakat Sumatera Utara. Lebih lanjut, Bulog Sumut juga berencana menambah stok beras pada bulan Maret mendatang, seiring dengan panen raya. Dalam rangka mengantisipasi lonjakan kebutuhan, Bulog tidak ragu untuk menyewa gudang tambahan guna menyimpan stok bahan pangan tersebut.
Ketersediaan Gula dan Minyak Goreng
Selain beras, stok gula yang tersedia saat ini mencapai 1.500 ton. Meskipun diperkirakan habis pada pertengahan Februari, Bulog telah memastikan bahwa pengiriman tambahan sebanyak 2.000 ton gula dari Provinsi Lampung akan tiba tepat waktu.
Sementara itu, untuk produk minyak goreng merek MinyaKita, Bulog Sumut memastikan ketersediaan sangat mencukupi. Saat ini, terdapat stok sebanyak 120.000 liter yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama satu minggu, dan pasokan akan terus ditambah secara berkala jika stok mulai menipis.
Antisipasi Panic Buying
Budi menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan kehabisan stok kebutuhan pokok. Ia memastikan bahwa pemerintah bersama Bulog terus berupaya menyediakan pasokan pangan yang memadai. “Panic buying tidak diperlukan karena Bulog terus melakukan kerja sama strategis dengan berbagai perusahaan dan pemangku kepentingan lain,”* tegasnya.
Penyerapan Beras Saat Panen Raya
Panen raya yang akan berlangsung pada Maret 2025 juga menjadi momen penting untuk memperkuat stok pangan. Budi menjelaskan, pihaknya menargetkan penyerapan sebanyak 10.000 ton beras. Tidak hanya itu, Bulog juga membuka kemungkinan untuk menyerap beras komersial, termasuk beras premium, melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
“Mungkin bisa jadi beras premium menyerap 50 ribu ton, beras PSO sekitar 10 ribu ton, jika kurang bisa ditambah dengan provinsi lainnya,” tambah Budi.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Bulog Sumut optimis mampu menjaga kestabilan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Untuk informasi dan artikel menarik lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.





