JurnalLugas.Com – Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, dan Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Palestina, Mohammed Mustafa, bertemu di Kairo pada Rabu, 5 Februari 2025.
Pertemuan ini bertujuan membahas rencana pemulihan Jalur Gaza dengan memastikan bahwa warga Palestina tetap berada di wilayahnya tanpa pemindahan paksa.
Dukungan Penuh Mesir terhadap Pemerintah Palestina
Dalam pernyataan resmi setelah pertemuan tersebut, pemerintah Mesir menegaskan dukungan penuhnya terhadap pemerintahan Palestina dan berbagai rencana reformasi yang telah dirancang.
Salah satu poin utama yang ditekankan adalah pentingnya memberdayakan Otoritas Palestina secara politik dan ekonomi agar dapat menjalankan tugasnya di Jalur Gaza sebagai bagian dari Wilayah Palestina yang diduduki.
Selain itu, Mesir juga menyoroti pentingnya mempercepat proyek-proyek pemulihan di Gaza, termasuk pengiriman bantuan kemanusiaan dan pembersihan puing-puing akibat konflik. Mesir menegaskan bahwa seluruh proses ini harus dilakukan tanpa menggusur warga Palestina dari wilayah mereka.
Upaya Menjaga Gencatan Senjata
Abdelatty menegaskan bahwa Mesir akan terus memainkan peran aktif dalam menjaga keberlanjutan gencatan senjata di Gaza. Pemerintah Mesir juga akan memastikan bahwa semua persyaratan gencatan senjata dapat diterapkan dengan efektif untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut.
AS dan Israel Dorong Pemindahan Warga Palestina
Di sisi lain, dalam konferensi pers di Washington pada Selasa malam, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama Perdana Menteri Israel mengungkapkan niat untuk “mengambil alih” Gaza dengan cara merelokasi warga Palestina ke wilayah lain. Pernyataan ini menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama negara-negara Arab.
Trump pertama kali memicu kontroversi pada 25 Januari 2025 ketika menyarankan bahwa warga Palestina dari Gaza sebaiknya dipindahkan ke Yordania dan Mesir. Ia bahkan menyebut Gaza sebagai “lokasi pembongkaran” pasca perang dengan Israel.
Pernyataan ini mendapat penolakan keras dari pemerintah Mesir dan Yordania, yang menegaskan bahwa solusi terbaik adalah tetap mempertahankan hak rakyat Palestina atas tanah mereka.
Pertemuan Menteri Luar Negeri Arab di Kairo
Pada Sabtu sebelumnya, para menteri luar negeri dari enam negara Arab berkumpul di Kairo untuk membahas situasi di Gaza. Mereka dengan tegas menolak usulan pemindahan warga Palestina dan kembali menegaskan dukungan mereka terhadap solusi dua negara sebagai jalan keluar utama dalam konflik Israel-Palestina.
Langkah diplomatik yang terus dilakukan oleh Mesir dan negara-negara Arab lainnya menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan hak-hak rakyat Palestina tetap terjaga serta memperjuangkan keadilan bagi mereka di tengah ketegangan geopolitik yang terus berlangsung.
Untuk berita seputar kemerdekaan Palestina, kunjungi JurnalLugas.Com.






