JurnalLugas.Com – PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), pengelola Mayapada Hospital, akan mendapatkan suntikan investasi dari Bain Capital, perusahaan investasi asal Amerika Serikat. Untuk merealisasikan hal ini, SRAJ akan melakukan aksi korporasi dalam bentuk private placement guna meningkatkan modal perusahaan.
Penerbitan Saham Baru dan Struktur Kepemilikan
Corporate Secretary SRAJ, Arie Farisandi, mengungkapkan bahwa perusahaan akan menerbitkan sekitar 238,25 juta saham baru, setara dengan 1,95% dari total saham yang beredar. Setelah aksi ini, jumlah modal ditempatkan dan disetor SRAJ akan meningkat menjadi 12,24 miliar saham atau senilai Rp1,22 triliun.
Seluruh saham baru ini akan diambil oleh BCSS Maverick A (I), LP, entitas investasi yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan SRAJ.
Dana Rp524,16 Miliar untuk Melunasi Utang
Melalui aksi private placement ini, SRAJ berpotensi meraih dana segar sekitar Rp524,16 miliar, dengan asumsi harga pelaksanaan Rp2.200 per saham. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk melunasi utang kepada pemegang saham pengendali, PT Surya Cipta Inti Cemerlang (SCIC).
Jadwal Penerbitan dan Pencatatan Saham Baru
Berdasarkan rencana yang telah disusun, penerbitan dan distribusi saham baru dijadwalkan pada 20 Februari 2025, sementara pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan sehari setelahnya, yaitu 21 Februari 2025.
Aksi korporasi ini telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen pada 21 Agustus 2024. Penerbitan saham baru ini merupakan bagian dari rencana lebih besar SRAJ untuk menerbitkan 1,2 miliar saham baru melalui private placement.
Bain Capital Juga Masuk Melalui Surat Utang
Selain melalui penerbitan saham baru, Bain Capital juga akan berinvestasi di Mayapada Hospital melalui instrumen surat utang. Kedua belah pihak telah menyepakati penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS senilai USD157 juta pada akhir November 2024.
Total Dana Rp2,74 Triliun untuk Pengembangan Mayapada Hospital
Dari keseluruhan aksi korporasi ini, SRAJ diperkirakan akan memperoleh total dana hingga Rp2,74 triliun. Selain untuk melunasi utang, dana tersebut juga akan digunakan untuk ekspansi bisnis, termasuk pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital.
Langkah strategis ini memperkuat posisi Mayapada Hospital sebagai salah satu jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan dukungan modal yang lebih solid untuk pengembangan infrastruktur dan layanan kesehatan.
Baca berita bisnis dan investasi lainnya di Jurnal Lugas.






