JurnalLugas.Com – Pada perdagangan Senin, 27 Mei 2024, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) dan Brent mencatatkan kenaikan tipis, menjelang rilis data inflasi PCE Amerika Serikat (AS). Harga minyak WTI menguat 0,03 persen menjadi USD77,86 per barel, sementara minyak Brent masih sedikit tertekan dengan penurunan 0,06 persen menjadi USD82,16 per barel pada pukul 08.45 WIB.
Pergerakan Harga Minyak Sebelumnya
Sebelumnya, pada perdagangan Kamis, 23 Mei 2024, harga minyak sempat turun sebelum akhirnya menguat menjelang akhir pekan. Pada Rabu, 22 Mei 2024, harga minyak WTI anjlok 2,13 persen ke level USD77,57 per barel, sedangkan harga minyak Brent turun 1,18 persen ke level USD81,90 per barel.
Pemulihan di Perdagangan Asia
Harga minyak sedikit naik di perdagangan Asia, memulihkan sebagian penurunan tajam dari minggu lalu. Investor saat ini menunggu isyarat lebih lanjut mengenai inflasi AS dan pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC+) minggu ini. Namun, volume perdagangan diperkirakan akan terbatas karena libur di AS dan Inggris.
Isyarat Inflasi dan Pertemuan OPEC+
Harga minyak berhenti mengalami penurunan mingguan di tengah isyarat yang ditunggu pasar mengenai inflasi. Kedua kontrak turun lebih dari 2 persen setiap minggunya, setelah mencapai posisi terendah pada Februari, karena kekhawatiran akan tingginya suku bunga yang berkepanjangan mengurangi permintaan.
Fokus minggu ini adalah data indeks harga PCE AS, yang merupakan ukuran inflasi pilihan bank sentral The Federal Reserve (The Fed). Serangkaian peringatan dari pejabat Fed mengenai inflasi yang tinggi telah mengguncang harga minyak minggu lalu, karena investor mengabaikan ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini. Pasar khawatir bahwa suku bunga yang tinggi akan menghambat aktivitas ekonomi, sehingga mengurangi permintaan minyak mentah dalam beberapa bulan mendatang.
Pengaruh Data Persediaan Minyak AS
Data yang menunjukkan peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak AS juga menekan harga minyak. Meski demikian, permintaan di negara konsumen bahan bakar terbesar di dunia ini diperkirakan akan meningkat seiring banyaknya perjalanan selama musim panas.
Antisipasi Pertemuan OPEC+
Investor juga menantikan pertemuan OPEC+ pada 2 Juni 2024, di mana kelompok produsen minyak ini diperkirakan akan memutuskan apakah mereka akan memperpanjang pengurangan produksi hingga melewati batas waktu akhir Juni. Pengurangan produksi yang berkepanjangan dan potensi peningkatan permintaan dapat membuat pasar minyak lebih ketat dalam jangka pendek, yang menjadi pertanda baik bagi harga minyak.
Pengurangan produksi oleh OPEC bertujuan untuk mendukung harga minyak mentah selama setahun terakhir. OPEC memperkirakan permintaan akan meningkat sebesar 2,25 juta barel per hari tahun ini, sementara Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pertumbuhan permintaan yang lebih lemah, sebesar 1,2 juta barel per hari.
Kenaikan tipis harga minyak berjangka WTI dan Brent pada awal pekan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap inflasi AS dan keputusan kebijakan produksi OPEC+. Meskipun data persediaan minyak AS yang tak terduga telah menekan harga, permintaan yang meningkat selama musim panas dan keputusan OPEC+ diharapkan dapat memberikan dukungan bagi harga minyak di masa mendatang.





