Prabowo Beberkan Peran Jokowi di MBG

JurnalLugas.Com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara eksplisit mengakui kontribusi strategis Presiden ketujuh, Joko Widodo (Jokowi), dalam penguatan landasan institusional bagi implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini telah menjadi pilar kebijakan sosial pemerintahan Prabowo yang realisasinya mampu melampaui ekspektasi temporal, berkat fondasi administratif yang telah diletakkan pada periode kepemimpinan Jokowi.

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa dukungan substantif telah ia peroleh bahkan sebelum pelantikannya sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024. Proses transisi pemerintahan ditandai dengan serangkaian konsultasi antara Jokowi dan Prabowo, yang mencakup koordinasi lintas-sektoral terkait desain dan mekanisme implementasi program MBG. Interaksi ini menghasilkan akselerasi kesiapan operasional pada awal pemerintahan Prabowo.

“Pak Jokowi telah berperan signifikan. Sebelum saya dilantik, beliau telah berupaya memperlancar agenda strategis ini,” ujar Prabowo dalam sebuah pernyataan resmi pada 15 Februari 2025.

Baca Juga  Zulhas Prabowo Stop Impor Beras Garam Gula dan Jagung pada 2025 Ini Alasannya

Salah satu determinan kelembagaan yang menjadi sorotan Prabowo adalah pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN), yang memiliki mandat sentral sebagai aktor birokratis dalam pengelolaan program MBG. BGN dibentuk pada fase akhir pemerintahan Jokowi, menciptakan kesinambungan struktural yang memungkinkan akselerasi eksekusi kebijakan di bawah rezim Prabowo.

“Siapa yang mendirikan BGN? Siapa yang mengesahkan? Itu terjadi sebelum 20 Oktober 2024, dan inisiatornya adalah Pak Joko Widodo. Beliau yang menetapkan,” tegas Prabowo.

Eksistensi BGN sebagai institusi spesifik yang memusatkan perhatian pada intervensi gizi masyarakat berkontribusi terhadap efisiensi program MBG. Kehadiran lembaga ini memungkinkan distribusi makanan bergizi bagi anak-anak dapat dilakukan dengan cakupan luas dalam kurun waktu yang relatif singkat. Sebelum memasuki periode 100 hari pemerintahan, program ini telah mencakup ratusan ribu penerima manfaat.

“Pada Januari 2025, MBG telah diimplementasikan. Saya menerima laporan bahwa dalam beberapa hari terakhir, distribusi telah menjangkau 770.000 anak. Diharapkan akhir Februari mencapai 1 juta anak, dan eskalasi terus berlangsung hingga akhir Juli, dengan target minimal 6 juta penerima manfaat,” imbuh Prabowo.

Baca Juga  Prabowo Undang Jokowi ke Istana Malam Ini, Intip Agendanya

Program MBG direpresentasikan sebagai bagian integral dari kebijakan penguatan kualitas sumber daya manusia, dengan menitikberatkan pada intervensi gizi sebagai upaya preventif terhadap stunting. Program ini diproyeksikan mampu menstimulasi peningkatan kesehatan generasi muda, sekaligus memperkuat kapasitas produktivitas nasional dalam jangka panjang.

Untuk pembaruan informasi seputar kebijakan nasional serta analisis mendalam mengenai program pemerintah, silakan kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait