JurnalLugas.Com – Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) secara resmi mendeklarasikan kepemimpinan baru dalam acara buka puasa bersama yang dihadiri oleh ratusan pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN). Acara ini berlangsung di kawasan kuliner Raden Saleh dan menjadi momentum penting bagi perjalanan politik partai.
Buka Puasa Bersama DPN PADI: Kebersamaan dalam Keberagaman
Acara buka puasa ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Dewan Majelis Adat PADI RD Penanjung Widjaya D.SH., M.H. serta Ramadhan Djamil, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden PADI. Kepala Sekretariat PADI, Kolonel Laut (Purn) Wiyogo S.T., membuka acara dengan sambutan, yang kemudian dilanjutkan oleh Ketua Majelis Adat PADI, Ramadhan Djamil.
Dalam kesempatan ini, Mayjend TNI AD (Purn) Burlian Syafei selaku Presiden PADI menyampaikan orasi di hadapan pengurus DPN, menegaskan visi dan misi partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Acara kemudian ditutup dengan doa, dipimpin oleh Dansatgas Pancasila PADI, Brigjend TNI AD (Purn) Amrizar, yang juga merupakan pencipta lagu Mars dan Hymne PADI.
Suasana buka puasa berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan. PADI menegaskan prinsipnya sebagai partai perintis, bukan pewaris, dengan semangat kebersamaan tanpa sekat hierarki yang kaku.
Deklarasi dan Bergabungnya Tokoh Nasional
Sebelum pembacaan deklarasi, Ketua Majelis Adat PADI, Ramadhan Djamil, memperkenalkan tokoh baru yang bergabung dalam partai, yaitu mantan penyiar berita TVRI, Dr. Drs. Sayid Fadhil, S.H., M.Hum. Ia menyatakan ketertarikannya terhadap visi dan misi PADI, serta platform perjuangan partai yang dinilainya relevan dengan kebutuhan bangsa.
Beberapa purnawirawan jenderal bintang satu turut hadir sebagai tamu undangan, menandakan semakin luasnya dukungan terhadap PADI.
Pembacaan Naskah Deklarasi dan Struktur Organisasi
Puncak acara deklarasi berlangsung pada pukul 20.00 WIB, dengan pembacaan naskah deklarasi oleh Presiden PADI, Mayjend TNI AD (Purn) Burlian Syafei. Prosesi ini disaksikan oleh ratusan pengurus PADI dan diliput oleh berbagai media cetak serta elektronik.
Sebagai langkah konkret, struktur organisasi PADI telah disusun dengan mengakomodasi 30 persen keterwakilan perempuan. Dokumen penting seperti AD/ART, berita acara, surat domisili kantor DPN PADI, dan akta pendirian partai secara resmi diserahkan oleh Majelis Adat PADI kepada Presiden PADI.
PADI merencanakan deklarasi nasional setelah Idulfitri, sekaligus menargetkan penerbitan Surat Keputusan (SK) untuk 38 provinsi dan 514 DPD kabupaten/kota. Sebanyak 38 ketua DPW provinsi yang telah terpilih juga ditetapkan sebagai Dewan Pendiri Partai.
Deklarasi ini menjadi tonggak penting bagi Partai Amanat Demokrasi Indonesia dalam mewujudkan peran aktifnya dalam perpolitikan nasional. Dengan kepemimpinan baru dan dukungan berbagai elemen masyarakat, PADI siap menghadapi tantangan politik ke depan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Jurnal Lugas.






