Cloud & AI Bikin Tajir! Microsoft Bukukan Pendapatan USD70 Miliar

JurnalLugas.Com – Saham Microsoft (MSFT) melonjak lebih dari 6 persen usai raksasa teknologi tersebut mengumumkan kinerja keuangan kuartal ketiga tahun fiskal 2024 yang mengesankan. Lonjakan ini ditopang oleh pertumbuhan kuat di sektor cloud, khususnya Microsoft Cloud, yang mencatat pendapatan sebesar USD42,4 miliar atau tumbuh 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Chief Financial Officer Microsoft, Amy Hood, perusahaan berhasil membukukan laba per saham (Earnings per Share/EPS) sebesar USD3,46 dengan total pendapatan mencapai USD70 miliar. Angka ini melampaui ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan EPS USD3,21 dan pendapatan USD68,4 miliar.

Bacaan Lainnya

Sebagai perbandingan, pada kuartal ketiga tahun lalu, Microsoft mencatat EPS sebesar USD2,94 dengan pendapatan USD61,8 miliar. Ini menandakan lompatan performa yang signifikan, terutama pada lini bisnis komputasi awan.

Baca Juga  Auto Reject Beruntun! BEI Suspensi Perdagangan 5 Saham & 4 Waran, Ada Apa?

Di sektor komersial cloud, pendapatan Microsoft mencapai USD42,4 miliar, mengungguli perkiraan pasar yang sebesar USD42,2 miliar dan jauh meningkat dari USD35,1 miliar yang diraih pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini juga ditopang oleh performa solid segmen Produktivitas dan Proses Bisnis dengan pendapatan USD29,9 miliar, sedikit di atas ekspektasi USD29,6 miliar.

Sementara itu, unit Intelligent Cloud yang mencakup layanan Azure membukukan pendapatan sebesar USD26,8 miliar. Kecerdasan buatan (AI) menjadi penggerak utama dengan kontribusi sebesar 16 poin persentase terhadap pertumbuhan Azure. Microsoft mengungkapkan, peningkatan ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan server untuk mengakomodasi permintaan AI yang terus tumbuh.

Di sisi lain, segmen Komputasi Lebih Pribadi yang mencakup penjualan lisensi Windows ke produsen komputer pihak ketiga serta divisi game dan pencarian menghasilkan USD13,4 miliar. Pendapatan OEM dan perangkat tercatat naik 3 persen secara tahunan, meski persediaan perangkat masih tinggi akibat ketidakpastian tarif global yang berlangsung.

Baca Juga  IHSG Anjlok Usai Reshuffle Menkeu Purbaya Yakin Rebound 2 Minggu

Kinerja impresif ini hadir di tengah kekhawatiran pasar mengenai potensi perlambatan ekonomi yang dipicu oleh kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump, yang bisa berdampak pada belanja cloud dan AI korporasi. Kendati demikian, Microsoft tetap menunjukkan daya tahan dan pertumbuhan berkelanjutan, meski turut melakukan pengurangan di beberapa inisiatif pengembangan AI lainnya.

Baca berita teknologi dan bisnis lainnya di JurnalLugas.com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait