JurnalLugas.Com — Warga Jalan Bilal, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, Sumatera Utara, digemparkan oleh penemuan mayat bayi dalam sebuah tas hitam yang diantarkan oleh driver ojek online (ojol), Kamis (8/5).
Kejadian bermula ketika Muhammad Yusuf Ansari (35), seorang pengemudi ojol yang tergabung dalam komunitas Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitarnya (GODAMS), menerima orderan melalui aplikasi dengan pengirim bernama Rudi. Paket tersebut ditujukan kepada seorang wanita bernama Putri di kawasan Jalan Bilal.
“Setelah menerima paket, pengirim langsung pergi menumpang angkot. Yusuf kemudian mengantar paket sesuai alamat yang tertera,” ujar Ketua GODAMS, Agam Zubir.
Namun saat tiba di lokasi, Yusuf menemui seorang perempuan yang dikira adalah penerima paket. Ketika tas diberikan, perempuan tersebut menolak karena merasa tidak pernah memesan barang. Kebingungan pun terjadi di antara keduanya.
Situasi semakin mencurigakan saat Yusuf mencoba menghubungi nomor pengirim yang tertera di aplikasi, namun nomor itu sudah tidak aktif. Dalam upaya mencari kejelasan, Yusuf bersama perempuan tersebut memutuskan membuka tas tersebut.
Keduanya pun dibuat syok saat mendapati sesosok mayat bayi yang terbungkus rapi di dalam tas, bersama kain dan sajadah. Di dalamnya juga ditemukan secarik surat yang bertuliskan, “Serahkan saja paket ini ke marbot masjid.”
Temuan mengerikan ini langsung dilaporkan ke Polsek Medan Timur. Polisi pun segera mengamankan lokasi dan membawa tas berisi bayi tersebut sebagai barang bukti.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif dan tengah memburu dua orang yang diduga sebagai pasangan kekasih yakni pengirim dan penerima fiktif yang terlibat dalam kasus ini.
Peristiwa ini menambah deretan kasus tragis yang melibatkan pengiriman barang melalui jasa transportasi online, dan menjadi pengingat akan pentingnya verifikasi identitas dalam setiap transaksi pengiriman.
Baca berita selengkapnya dan ikuti perkembangan terbaru hanya di JurnalLugas.Com






