Harga Daging Naik? Ini Langkah Pemerintah Impor 200 Ribu Ton demi Stabilisasi

JurnalLugas.Com — Pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa langkah impor daging dilakukan demi menjaga stabilitas neraca komoditas nasional, sekaligus memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, saat menerima kunjungan Wakil Menteri Pertanian Peternakan dan Perikanan Argentina, Agustin Tejeda Rodriguez, pada Rabu, 14 Mei 2025.

“Ini adalah bagian dari upaya menjaga keseimbangan neraca perdagangan kita agar tetap aman,” ujar Sudaryono kepada media.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kebijakan impor tidak dilakukan sembarangan. Pemerintah terlebih dahulu menghitung produksi daging dalam negeri, kebutuhan konsumsi masyarakat, dan menentukan volume impor berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Impor Berdasarkan Sertifikasi dan Harga Kompetitif

Sudaryono menjelaskan bahwa hasil Rakortas menetapkan alokasi impor daging dengan memperhatikan tiga aspek utama: kesehatan hewan, sertifikasi halal, dan harga yang kompetitif. Negara asal impor dipilih berdasarkan kemampuan memenuhi standar tersebut, guna menjaga kualitas daging yang masuk ke pasar Indonesia.

Baca Juga  Impor Sapi Indukan Tak Pakai APBN Kementan Target 2 Juta Ekor Dukung Program Prabowo

“Presiden Prabowo Subianto ingin agar sumber impor daging berasal dari negara mana pun, selama memenuhi syarat dan dapat menyediakan protein hewani yang terjangkau bagi rakyat,” ungkap Sudaryono.

Untuk tahun 2025, pemerintah memproyeksikan volume impor daging mencapai sekitar 200 ribu ton. Strategi ini dinilai penting untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan daging di pasar domestik.

Dorong Konsumsi Daging Per Kapita

Persaingan harga antarnegara eksportir daging diharapkan bisa memberikan pilihan harga terbaik bagi masyarakat. Menurut Sudaryono, ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan konsumsi protein hewani per kapita masyarakat Indonesia.

“Tujuan utamanya adalah agar konsumsi daging masyarakat naik karena harganya makin terjangkau,” katanya.

Imbal Dagang dan Target Impor Sapi Hidup

Sudaryono menegaskan, selain impor daging, pemerintah juga tengah mendorong peningkatan ekspor produk pertanian agar neraca perdagangan tetap seimbang. Konsep imbal dagang (offset) disebut sebagai mekanisme penting yang kini diterapkan dalam berbagai sektor, termasuk pertanian.

“Presiden menginginkan agar setiap kegiatan impor diimbangi dengan peningkatan ekspor,” ucapnya.

Dalam jangka panjang, Indonesia menargetkan impor dua juta ekor sapi hidup hingga 2029 untuk kebutuhan susu dan daging. Tahun ini saja, impor sapi diproyeksikan mencapai 250 ribu ekor.

Baca Juga  Cara Sehat Mengolah Daging Sapi agar Kolesterol Tidak Naik Yuk Coba!

Perkuat Kerja Sama dengan Argentina

Pertemuan antara pejabat pertanian Indonesia dan Argentina juga membuka peluang kerja sama lebih luas, termasuk potensi ekspor ayam olahan dari Indonesia ke pasar Argentina. Pemerintah Argentina menyambut baik kerja sama ini dan berkomitmen memperluas akses produk pertanian Indonesia.

“Kami ingin mendorong agar daging sapi Argentina bisa masuk ke pasar Indonesia, sembari membuka pintu bagi ekspor produk pertanian dari Indonesia,” ujar Agustin Tejeda Rodriguez.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membangun hubungan dagang internasional yang saling menguntungkan.

Baca informasi selengkapnya hanya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait