JurnalLugas.Com – PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), perusahaan yang dikenal luas sebagai pengelola jaringan ritel Alfamidi, Alfamidi Super, dan Midi Fresh, secara resmi mengalihkan kepemilikan mayoritas saham di PT Lancar Wiguna Sejahtera (LWS) pengelola gerai Lawson Indonesia kepada perusahaan induknya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) atau lebih dikenal dengan Alfamart (AMRT).
Transaksi besar ini melibatkan penjualan 70 persen saham LWS dengan nilai mencapai Rp200,45 miliar. Dalam pengumuman resmi yang disampaikan pada Rabu, 9 April 2025, manajemen MIDI menyatakan bahwa kesepakatan tersebut ditandatangani melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada 8 April 2025.
“Perseroan dan SAT sepakat bahwa harga jual beli saham adalah sebesar Rp135 per saham atau setara dengan nilai transaksi sebesar Rp200,45 miliar,” jelas manajemen MIDI dalam keterangannya.
Fokus pada Inti Bisnis Ritel
Langkah divestasi ini diambil MIDI sebagai bagian dari strategi untuk memusatkan perhatian dan sumber daya pada lini utama bisnisnya, yaitu perdagangan eceran. Hingga saat ini, MIDI mengelola lebih dari 2.400 gerai minimarket dan supermarket, termasuk 2.368 gerai Alfamidi, 62 gerai Alfamidi Super, serta 5 gerai Midi Fresh yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Sebaliknya, LWS sebagai pemilik merek Lawson mengoperasikan 374 gerai convenience store yang mengutamakan produk makanan siap saji (ready to eat), sebuah segmen yang dinilai kurang sejalan dengan fokus utama MIDI.
Dorong Penguatan Keuangan dan Operasional
Dana segar dari hasil penjualan saham ini akan digunakan untuk mendukung operasional dan belanja modal MIDI dalam mengembangkan jaringan ritel miliknya. Selain itu, manajemen menilai transaksi ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan.
Dari sisi neraca keuangan, liabilitas MIDI diperkirakan akan turun sebesar Rp242 miliar, yang terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp189 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp53 miliar. Meski demikian, aset perseroan mengalami pengurangan senilai Rp576 miliar akibat penjualan ini, yang sebagian besar berupa aset tak lancar. Namun, MIDI memperoleh tambahan aset lancar sebesar Rp61 miliar dari dana hasil transaksi.
Pilih Jalur Internal Demi Efisiensi
MIDI memutuskan untuk menjual saham LWS kepada Alfamart sebagai bagian dari strategi efisiensi. Menurut manajemen, proses penjualan kepada entitas induk akan berjalan lebih cepat dan sederhana dibandingkan dengan menjualnya kepada pihak ketiga, yang cenderung memerlukan prosedur yang lebih kompleks dan memakan waktu.
Dengan langkah strategis ini, MIDI berharap dapat memperkuat fokus bisnis ritel intinya dan mempercepat ekspansi gerai yang lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Baca berita bisnis dan keuangan terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.






