JurnalLugas.Com – Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, menegaskan bahwa Operasi Sindoor, yang diluncurkan sebagai respons atas serangan teroris di wilayah Kashmir, belum sepenuhnya dihentikan. Dalam pernyataannya di Pangkalan Angkatan Udara Bhuj Rudra Mata, Gujarat, Jumat (16/5/2025), Singh menyampaikan bahwa operasi militer tersebut dapat kembali digencarkan jika Pakistan dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati.
“Pakistan sedang dalam masa percobaan. Jika mereka menunjukkan perubahan perilaku, maka semuanya akan berjalan damai. Namun jika tidak, mereka akan menerima konsekuensi yang berat,” ujar Singh di hadapan pasukan.
Ia juga menambahkan bahwa India siap membuka fakta-fakta lebih lanjut ke publik apabila diperlukan, sebagai bentuk transparansi terhadap komunitas internasional.
Latar Belakang Operasi Sindoor
Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat tajam sejak serangan teroris di Pahalgam pada 22 April lalu yang menewaskan 26 orang, termasuk seorang warga negara Nepal. Kelompok militan “Front Perlawanan” mengklaim bertanggung jawab atas aksi berdarah tersebut. Namun, Pemerintah India menuding adanya keterlibatan Pakistan dalam serangan tersebut, mengaitkan Islamabad dengan kelompok teroris itu.
Sebagai respons, India meluncurkan Operasi Sindoor pada 7 Mei 2025, menargetkan infrastruktur yang diduga digunakan oleh kelompok teroris di wilayah Pakistan. Kementerian Pertahanan India menegaskan bahwa operasi tersebut tidak menyasar instalasi militer resmi Pakistan, melainkan hanya fasilitas yang disebut berhubungan langsung dengan jaringan terorisme.
Korban dan Ketegangan yang Meningkat
Dampak dari serangan balasan India disebut menyebabkan sedikitnya 31 korban jiwa di wilayah Pakistan, menurut otoritas setempat. Hal ini memicu eskalasi konflik bersenjata dan serangan lintas batas yang semakin intens dalam beberapa hari terakhir.
Kedua negara akhirnya mengumumkan gencatan senjata pada 10 Mei. Namun, hingga kini, India dan Pakistan masih saling tuding sebagai pihak yang melanggar kesepakatan tersebut, memperburuk hubungan diplomatik kedua negara bertetangga yang memiliki sejarah konflik panjang.
Pernyataan terbaru dari Menhan India menunjukkan bahwa kondisi di kawasan tetap dalam status siaga tinggi. Operasi militer bisa saja kembali dilancarkan jika ada pelanggaran lebih lanjut dari pihak Pakistan.
Ikuti terus perkembangan berita dunia dan kawasan Asia Selatan hanya di JurnalLugas.Com.






