Lonjakan Covid-19 di Asia Kemenkes Imbau Waspada Varian Baru JN.1 dan XEC

JurnalLugas.Com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 dengan menerbitkan surat edaran terbaru, menyusul lonjakan kasus di beberapa negara Asia seperti Thailand, Hongkong, Malaysia, dan Singapura.

Dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Murti Utami, disebutkan bahwa varian yang kini mendominasi di kawasan tersebut antara lain XEC dan JN.1 di Thailand, LF.7 serta NB.1.8 di Singapura, JN.1 di Hongkong, serta XEC di Malaysia, yang semuanya merupakan turunan dari varian JN.1.

Bacaan Lainnya

Meski kondisi global menunjukkan tren peningkatan, Murti menyatakan bahwa situasi dalam negeri masih terkendali. Sepanjang Januari hingga April 2025, tren kasus positif Covid-19 di Indonesia menunjukkan penurunan signifikan, dari 28 kasus di pekan ke-19 menjadi hanya 3 kasus pada pekan ke-20, dengan positivity rate sebesar 0,59%. Varian MB.1.1 menjadi jenis yang paling dominan ditemukan di Indonesia saat ini.

Baca Juga  Menkes Budi Sadikin Kasus COVID-19 Naik Tapi Bukan Varian Mematikan

Upaya Pencegahan dan Deteksi Dini

Surat edaran ini merupakan langkah antisipatif untuk mengingatkan seluruh jajaran kesehatan di tingkat pusat hingga daerah agar tetap siaga menghadapi potensi penyebaran penyakit menular, khususnya Covid-19.

Berikut sejumlah imbauan strategis dari Kemenkes:

  1. Pantau informasi resmi mengenai perkembangan Covid-19 global melalui kanal pemerintah dan WHO.
  2. Tingkatkan deteksi dini terhadap kasus ILI (Influenza Like Illness), SARI (Severe Acute Respiratory Infection), pneumonia, hingga Covid-19 melalui laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) di skdr.surveilans.org.
  3. Jika ditemukan lonjakan kasus, segera laporkan kurang dari 24 jam ke aplikasi SKDR atau hubungi PHEOC via WhatsApp di 0877-7759-1097.
  4. Lakukan pemantauan spesimen melalui aplikasi All Record Tc-19 di allrecord-tc19.kemkes.go.id.
  5. Tingkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, termasuk petugas Labkesmas.
  6. Aktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk mendeteksi sinyal peningkatan kasus.
  7. Lakukan koordinasi pengambilan dan pengiriman spesimen ke laboratorium regional sesuai protokol biosafety dan biosecurity.
  8. Gelar penyelidikan epidemiologi bila terdapat peningkatan kasus saluran pernapasan.
  9. Promosikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat:
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer
  • Gunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan
  • Segera periksa ke faskes bila alami gejala ISPA dan punya riwayat kontak risiko
  1. Pastikan fasilitas kesehatan siap menangani pasien Covid-19 sesuai pedoman.
  2. Koordinasikan penanggulangan kasus dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.
  3. Lakukan pemetaan risiko dan rekomendasi melalui situs petarisikopie.id.
  4. Laksanakan deteksi dan respons kasus sesuai ketentuan nasional.
  5. Jaga kesehatan petugas kesehatan secara menyeluruh.
Baca Juga  Update COVID-19 2025 Varian XFG Dominan Kasus Terbanyak di Provinsi Ini

Pentingnya Kewaspadaan Berkelanjutan

Meskipun tren kasus di Indonesia menurun, Kemenkes menekankan pentingnya tetap menjaga kewaspadaan, mengingat tingginya mobilitas masyarakat serta mutasi virus yang terus berkembang. Diharapkan, dengan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, potensi gelombang baru penyebaran Covid-19 bisa dicegah sejak dini.

Untuk berita dan perkembangan terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait