DeepSeek R1-0528 Model AI Baru Dinilai Gunakan Data dari Google Gemini

JurnalLugas.Com – Perusahaan kecerdasan buatan asal Australia, DeepSeek, baru saja meluncurkan versi terbaru dari model AI penalaran mereka bernama R1-0528. Model ini menunjukkan kinerja yang impresif pada berbagai tolok ukur matematika dan pengodean, namun kontroversi terkait sumber data latihannya mulai mencuat.

DeepSeek belum mengungkapkan secara resmi dataset yang digunakan untuk melatih model R1-0528. Namun, sejumlah peneliti AI mengindikasikan bahwa setidaknya sebagian data berasal dari model AI pesaing, yakni Google Gemini. Sam Paech, seorang pengembang yang dikenal karena karyanya dalam evaluasi kecerdasan emosional AI, mengklaim memiliki bukti bahwa keluaran R1-0528 memiliki kemiripan kuat dengan hasil dari Google Gemini 2.5 Pro.

Bacaan Lainnya

Dalam unggahan di platform X, Paech menyebut bahwa pilihan kata dan gaya respons R1-0528 sangat mirip dengan model Gemini, meskipun hal ini belum menjadi bukti yang mutlak. Selain itu, pengembang lain yang mengembangkan evaluasi kebebasan berbicara AI bernama SpeechMap turut mencatat adanya kemiripan “jejak berpikir” antara R1-0528 dan Gemini.

Baca Juga  China Sikat Habis Penyalahgunaan AI Aplikasi Ilegal dan Trolling Jadi Target

Kontroversi penggunaan data pesaing oleh DeepSeek bukan hal baru. Pada Desember tahun lalu, versi DeepSeek V3 sempat mengidentifikasi dirinya sebagai ChatGPT, menimbulkan spekulasi bahwa model tersebut dilatih menggunakan log percakapan dari ChatGPT. OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, bahkan menemukan bukti bahwa DeepSeek menggunakan teknik distilasi — metode pelatihan AI dengan meniru keluaran dari model yang lebih kuat.

Menurut laporan Bloomberg, Microsoft, sebagai mitra dan investor besar OpenAI, juga mendeteksi aktivitas mencurigakan berupa pengambilan data dalam jumlah besar melalui akun pengembang OpenAI pada akhir 2024. Aktivitas tersebut diduga terkait langsung dengan DeepSeek.

Meskipun teknik distilasi tidak dianggap ilegal secara umum, OpenAI melarang keras penggunaannya untuk melatih model AI pesaing berdasarkan ketentuan layanan mereka. Sebagai langkah pengamanan, OpenAI kini mewajibkan verifikasi identitas resmi untuk mengakses model-model canggih mereka, sekaligus membatasi akses bagi negara tertentu, termasuk China.

Baca Juga  Politbiro China Setuju Ini Kebijakan Xi Jinping Majukan AI Singkirkan AS

Merespons hal ini, Google mulai menerapkan ringkasan jejak berpikir dari model Gemini guna mencegah pencurian data oleh pesaing. Begitu pula dengan Anthropic, perusahaan AI lain, yang mengumumkan akan mulai merangkum jejak berpikir model AI mereka, Claude, untuk menjaga keunggulan kompetitif.

Situasi ini menyoroti tantangan besar di industri kecerdasan buatan dalam menjaga keamanan data dan etika penggunaan model AI. Persaingan teknologi yang ketat membuat inovasi harus diiringi dengan pengawasan dan regulasi yang ketat agar semua pihak bisa berkembang secara adil dan transparan.

Baca terus perkembangan teknologi AI terbaru hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait