JurnalLugas.Com – Derita rakyat Palestina di Jalur Gaza kembali bertambah. Sedikitnya 32 warga sipil, termasuk anak-anak, dilaporkan tewas, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara intensif yang dilancarkan militer Israel pada hari ketiga perayaan Idul Adha 1446 H.
Mengutip laporan dari Kantor Berita Palestina Wafa, delapan warga sipil menjadi korban jiwa dalam serangan yang menargetkan sebuah rumah di Kota Jabalia, wilayah utara Gaza. Serangan ini menambah daftar panjang kekerasan yang terus menghantui penduduk sipil sejak konflik berkepanjangan meletus kembali pada Oktober 2023 lalu.
Tak hanya di Jabalia, penderitaan juga menyelimuti wilayah selatan Gaza. Menurut siaran lokal Al-Aqsa, serangan udara yang diarahkan ke rumah dan tenda pengungsi di Khan Younis menewaskan 10 orang, yang di antaranya adalah anak-anak. Para korban diketahui tengah berada di lokasi penampungan darurat ketika serangan mendadak terjadi.
Di Rafah barat, situasi semakin memilukan. Sebanyak 13 warga Palestina tewas saat pasukan Israel menggempur area distribusi bantuan kemanusiaan. Lokasi tersebut sebelumnya dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza, sebuah lembaga yang mendapat dukungan dari mitra internasional, termasuk pihak Israel-Amerika.
Sementara itu, satu korban lainnya meregang nyawa di kawasan Koridor Netzarim, Jalur Gaza tengah. Korban dilaporkan tewas tak jauh dari titik distribusi bantuan lainnya, sebagaimana dilaporkan oleh lembaga penyiaran setempat.
Menurut kesaksian warga di lapangan, militer Israel juga terus meluluhlantakkan rumah-rumah serta bangunan sipil di berbagai titik, termasuk Jabalia dan kawasan timur Kota Gaza. Ledakan demi ledakan mengguncang wilayah padat penduduk itu, memicu gelombang kepanikan dan eksodus lanjutan.
Serangan pada momen Idul Adha ini menandai kali keempat militer Israel melakukan gempuran terhadap Gaza selama hari besar umat Islam, sejak perang besar kembali pecah pada Oktober 2023. Dalam kurun waktu tersebut, lebih dari 54.800 warga Palestina telah kehilangan nyawa, sementara jutaan lainnya menghadapi ancaman kelaparan akut dan kehilangan tempat tinggal.
Tragedi ini kembali mempertegas krisis kemanusiaan mendalam yang masih berlangsung di Gaza, di tengah sorotan dunia yang semakin kritis terhadap langkah-langkah militer Israel.
Untuk berita terkini seputar konflik Palestina dan isu-isu internasional lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






